JAKARTA – Kecelakaan kereta api versus truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina di pintu perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, bukanlah kejadian yang pertama kali.
Pasalnya, kecelakaan hebat kerap terjadi di sekitar lokasi itu. Bila mengulas kecelakaan yang dikenal “Tragedi Bintaro 1987” yang menewaskan ratusan orang, tentu tak lekang dari ingatan. Di mana, jaraknya hanya sekira 200 meter dari lokasi pintu perlintasan.
Kejadian kecelakaan di lintasan kereta ini setiap tahunnya selalu “bergiliran”, baik itu antara kereta dengan kereta, kereta dengan pengendara yang menerobos palang pintu, maupun kereta dengan pejalan kaki.
Usut punya usut, ternyata kejadian dan peristiwa kecelakaan yang mewarnai pintu perlintasan ini tak terlepas dari cerita mistis. Salah seorang warga RT 07 RW 02 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Endang (66), menceritakan bila lokasi pintu perlintasan kereta ini memang terkenal angker dan rawan. Bukan hanya karena kelalaian pengendara, tetapi juga ada pengaruh gaib. Anda boleh percaya atau tidak.
"Banyak kendaraan yang tahu-tahu berhenti di tengah perlintasan rel kereta dan tak bisa bergerak terus ketabrak kereta," katanya saat ditemui Okezone di dekat pintu perlintasan.
Makhluk gaib yang ada di lokasi perlintasan, tutur Endang, sudah diketahui warga sejak zaman dulu. Biasanya wujudnya itu menyerupai tiga perempuan cantik.
"Kalau di sini sudah tahu semua. Kalau orang tua dulu bilang ada tiga perempuan (gaib) berwujud cantik, dari yang bisa dibilang penghuni atau penguasa," ujarnya.
Warga di sini memang jarang melihat wujudnya, tetapi warga daerah lain sering ditampakkan oleh makhluk tersebut. Biasanya, sambung Endang, perempuan itu nongkrong tepat di perlintasan kereta.
"Ya, biasanya mereka nongkrong di pintu perlintasan. Kalau sudah gitu mau cari mangsa itu," ucapnya.
Bapak dari empat anak ini mengatakan, memang wujud perempuan itu tidak tampak menyeramkan, menyerupai perempuan biasa dengan pakaian warga biasa dan berwajah cantik.
"Ya wujudnya cantik. Biasa saja kayak perempuan biasa pakaiannya," tuturnya.
Mereka menampakkan diri biasanya di siang hari dan bukan di malam hari, dan daerah kekuasaannya itu meliputi pintu perlintasan Pondok Betung hingga pintu perlintasan Polsek Pesanggrahan.
Kendati sudah mengenal adanya peran mistis di lokasi tersebut, tambah Endang, warga sekitar sendiri memang tidak melakukan ritual khusus. Pasalnya, warga saat ini sudah tidak percaya dengan hal-hal berbau takhayul. Namun, biasanya warga selalu diberi isyarat berupa mimpi bila ada kejadian kecelakaan yang akan terjadi.
"Ritual itu enggak ada, cuma dulu kan ada yang ‘megang’ di sini, orang tua ya sesepuh sini, dan sekarang sudah meninggal. Dulu biasanya dia yang megang (ngatasin) cuma sekarang kan enggak tahu turunnya ke siapa," pungkasnya.
you're VISITOR..
student'sWORK
- 7 deadly sins
- Klasifikasi NONverbal
- Landasan HUkum BIdang TIK
- Sejarah Penyiaran DiINDONESIA
- Sejarah Perjalanan PocariSweat
- bebas beropini di media
- dukung dunia menjadi hijau
- kampusku bebas narkoba
- komunikasi NONverbal
- memahami lapisan sosial
- solusi menghindari kemacetan
- stop korupsi!
- tanggapan terkait peristiwa pelanggaran hukum
- tugas Eksekutif Legislatif dan Yudikatif
NEWSupdate
FAVORITE's
Selasa, 10 Desember 2013
Minggu, 08 Desember 2013
AKSI PEMBERANTASAN KORUPSI DINILAI TIDAK EFEKTIF
Anggota Pendiri Kajian Antikorupsi, Roby Arya Brata menilai sistem politik Indonesia saat ini tidak kondusif dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, dengan sistem yang korup seperti sekarang ini, gerakan anti korupsi yang bersifat top-downdari negara tidak akan efektif.
Sebaliknya, gerakan anti korupsi, kata Roby, seharusnya bersifat bottom-up yang muncul dari masyarakat sipil.
"Negara menjadi bagian integral dari masalah (korupsi), bukan menjadi solusi," katanya saat jumpa pers bertemakan "Refleksi Hari Anti Korupsi dan Evaluasi Implementasi UNCAC (Unted Nations Convention Against Corruption)" di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Minggu (8/12/2013).
Roby menilai selama tahun ini, upaya pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan. Meski bukan satu-satunya alat ukur yang bisa dipakai, indeks persepsi korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International menunjukkan bahwa meski memiliki beberapa capaian positif, tingkat korupsi masih tinggi dan pemerintahan yang bersih belum terwujud.
Ia mengatakan ada beberapa faktor penghambat upaya pemberantasan korupsi. Faktor pertama, katanya, adalah desain kebijakan yang dianggap tidak mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Faktor kedua adalah sistem politik yang korup. Hal tersebut, menurut Roby disebabkan lemahnya komitmen dan kemauan dari para pemimpin, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif, untuk memberantas korupsi.
"Padahal mereka adalah kunci. Tapi yang terjadi justru mereka terlibat kasus korupsi," ucapnya.
Ia menilai dukungan masyarakat penting dalam upaya pemberantasan korupsi, terutama dalam mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia pun mencontohkan saat masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap lembaga antikorupsi tersebut saat dikriminalisasi oleh kepolisian.
Dengan demikian, Roby menyatakan masyarakat harus terus memberikan tekanan dalam upaya pemberantasan korupsi sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Sebaliknya, gerakan anti korupsi, kata Roby, seharusnya bersifat bottom-up yang muncul dari masyarakat sipil.
"Negara menjadi bagian integral dari masalah (korupsi), bukan menjadi solusi," katanya saat jumpa pers bertemakan "Refleksi Hari Anti Korupsi dan Evaluasi Implementasi UNCAC (Unted Nations Convention Against Corruption)" di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Minggu (8/12/2013).
Roby menilai selama tahun ini, upaya pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan. Meski bukan satu-satunya alat ukur yang bisa dipakai, indeks persepsi korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International menunjukkan bahwa meski memiliki beberapa capaian positif, tingkat korupsi masih tinggi dan pemerintahan yang bersih belum terwujud.
Ia mengatakan ada beberapa faktor penghambat upaya pemberantasan korupsi. Faktor pertama, katanya, adalah desain kebijakan yang dianggap tidak mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Faktor kedua adalah sistem politik yang korup. Hal tersebut, menurut Roby disebabkan lemahnya komitmen dan kemauan dari para pemimpin, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif, untuk memberantas korupsi.
"Padahal mereka adalah kunci. Tapi yang terjadi justru mereka terlibat kasus korupsi," ucapnya.
Ia menilai dukungan masyarakat penting dalam upaya pemberantasan korupsi, terutama dalam mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia pun mencontohkan saat masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap lembaga antikorupsi tersebut saat dikriminalisasi oleh kepolisian.
Dengan demikian, Roby menyatakan masyarakat harus terus memberikan tekanan dalam upaya pemberantasan korupsi sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
my inspiration fashion
saya itu dulu adalah orang yang paling ga peduli sama fashion atau gaya!
I'm very lazy when I have to join sister or mother for shopping.
saya lupa waktu itu kapan dan tanggal berapa, but I was reading a magazine.
and I saw a blog DIANA RIKASARI about fashion, dan saat itu ia sedang menggunakan baju yang sangat lucuuuuu!. dan saya jadi penasaran melihat style dia yang lainnya.
then I opened her blog. and that's where I started to love with fashion!!
dan dia jugalah yang menjadi insprasi saya, to always keep fashion with what i wear..haha
I'm also support her work,
dan ini adalah salah satu foto, that I've uploaded on my instagram.
it's very different,right?! hahaha,
but everyone has their own style, isn't it? : p
walaupun saya sedikit menyesal, because when I was very caring of fashion, mama udah ga mau lagi shopping dan beliin baju" buat aku.
so , fashion and clothes that I have a very standard: ((
but i know, fashion ga harus mahal. we can mix max all my clothes, so i get my fashion ! :)
Categories
my inspiration for FASHION
MY FAVORITE
this is my favorite girl!
she is a singer or celebrity
I loved it since I was 14th.
I also don't know exactly why I fall in love
with him.
maybe, after I saw he was very caring and like a children, even she's not arrogant like other artists.
and I even cried when I know that she is antichrist.
but I haven't found things that say that she's the antichrist, and it makes me relax.
and she's also very pretty, very sexy, and fashionable.
she's always give a something surprise in every performance, so that all people never get bored of watching it.
Categories
FAVORITE's,
my favorite
KLASIFIKASI NONVERBAL
I. KLASIFIKASI PESAN NONVERBAL
menurut Ray L. Birdwhistell, 65% dari
komunikasi tatap-muka ada lah nonverbal, sementara menurut Albert Mehrabian,
93% dari semua makna sosial dalam komunikasi tatap-muka diperoleh dari
isyarat-isyarat nonverbal. Dalam pandangan Birdwhistell, kita sebenarnya mampu
mengucapkan ribuan suara vokal, dan wajah kita dapat menciptakan 250.000
ekspresi yang berbeda. Secara keseluruhan, seperti dikemukakan para pakar, kita
dapat menciptakan sebanyak 700.000 isyarat fisik yang terpisah, demikian banyak
sehingga upaya untuk mengumpulkannya akan menimbulkan frustasi. Seperti bahasa
verbal, bahasa nonverbal suatu kelompok orang juga tidak kalah rumitnya. Bila
kelompok-kelompok budaya tersebut memahami bahasa verbal yang sama.
Kita dapat mengklasifikasikan
pesan-pesan nonverbal ini dengan berbagai cara. Jurgen Ruesch
mengklasifikasikan isyarat nonverbal menjadi tiga bagian. Pertama, bhasa tanda(sign
language) acungan jempol untuk numpang mobil secara gratis; bahasa isyarat tuna
rungu; kedua, bahasa tindakan (action
language) semua gerakan tubuh yang tidak digunakan secara ekslusif untuk
memberikan sinyal, misalnya, berjalan; dan ketiga, bahasa objek (object
language) pertunjukkan benda, pakaian, dan lambing nonverbal bersifat public
lainnya seperti ukuran ruangan, bendera, gambar (lukisan), music (misalnya marching band), dan sebagainya, baik
secara sengaja ataupun tidak. Secara garis besar Larry A. Samovar dan Richard
E. Porter membagi pesan-pesan nonverbal menjadi dua kategori besar, yakni: pertama, perilaku yang terdiri dari
penampilan dan pakaian, gerakan dan postur tubuh, ekspresi wajah dan kontak
mata, sentuhan, bau-bauan, dan parabahasa; kedua,
ruang, waktu dan diam. Klasifikasi Samovar dan Porter ini sejajar dengan
klasifikasi John R. Wenburg dan William W. Wilmot, yakni isyarat-isyarat
nonverbal perilaku (behavioral) dan isyarat-isyarat nonverbal bersifat publik
seperti ukuran ruangan dan factor-faktor
situasional lainnya.
Meskipun tidak menggunakan
pengkategorian diatas, kita akan membahas berbagai jenis pesan nonverbal yang
kita anggap penting, mulai dari pesan nonverbal yang bersifat perilaku hingga
pesan nonverbal yang terdapat dalam lingkungan kita.
i. BAHASA TUBUH
Bidang yang menelaah bahasa tubuh
adalah kinesika(kinesics), suatuistilah yang diciptakan seorang perintis studi
bahasa nonverbal, Ray L. Birdwhistell. Setiap anggota tubuh seperti wajah
(termasuk senyuman dan pandangan mata), tangan, kepala, kaki dan bahkan tubuh
secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Karena kita hidup,
semua anggota badan kita senantiasa bergerak. Lebih dari dua abad yag lalu
Blaise Pascal menulis bahwa tabiat kita adalah bergerak; istirahat sempurna
adalah kematian.
a. ISYARAT TANGAN
kita sering menyertai ucapan kita
dengan isyarat tangan. Perhatikanlah orang yang sedang menelpon. Meskipun lawan
bicara tidak terihat, ia menggerakan tangannya. Isyarat tangan atau “berbicara
dengan tangan” termasuk apa yang disebut emblem, yang dipelajari. Yang punya
makna dalam suatu budaya atau subkultur. Meskipun isyarat tangan yang digunakan
sama, maknanya boleh jadi berbeda, namun maksud sama. Dalam suatu studi yang
melibatkan 40 budaya, Desmond Morris dan rekan-rekannya mengumpulkan 20 isyarat
tangan yang sama yang mempunyai makna yang berbeda dalam setiap budaya,
sementara seorang spesialis Arab pernah mendaftar setidaknya 247 isyarat yang
berlainan yang digunakan orang Arab untuk melengkapi suatu pembicaraan.
Penggunaan isyarat tangan dan
maknanya jelas berlainan dari budaya ke budaya. Meskipun dibeberapa Negara,
telunjuk digunakan untuk menunjukkan sesuatu, hal itu tidak sopan di Indonesia.
Tentu saja ada kekecualian. Orang batak, seperti orang Amerika, bias menunjuk
dengan telunjuk tanpa bermaksud kasar pada orang yang dihadapinya. Begitu juga
orang Betawi, yang tidak jarang menunjuk denagn memonyongkan mulut, sambil
berucap, “ke sono-no!” beberapa suku Afrika yang menunjuk dengan mencibirkan
bibir bawah menganggap cra menunjuk Amerika sebagai kasar.
b. GERAKAN KEPALA
Di beberapa Negara, anggukan kepala malah
berarti “tidak” seperti di Bulgaria, sementara isyarat itu di Negara itu adalah
mengelengkan kepala. Orang inggris, seperti orang Indonesia. Menganggukan
kepala bahwa mereka mendengar dan tidak berarti menyetujui. Di yunani orang
mengatakan “tidak” dengan menyatakan kepala nya ke belakang mengengadahkan
wajah nya, begitu juga di timur tengah, sementara di Ethiopia orang mengoyakan
jari dari sisi ke sisi, namun mengatakan “ya” dengan melempar kan kepala nya ke
belakang, sebagai orang Arab dan itali mengatakan “tidak” dengan mengangkat
dagu, yang bagi orang moari di slandia baru “ya”. Di beberapa wilayah di india
dan Ceylon, ‘’ya’’ dapat dikomunikasi kan dengan melempar kan kepala ke
belakang dan memutarkan kepala secara cepat dalam satu gerakan melingkar atau
geleng kepala yang berarti “tidak” di Indonesia malah berarti “ya” di india
selatan. Seorang Indonesia yang meninggal kan Bombay untuk kembali ke Indonesia
pernah terheran heran ketika kuli sedang membawa barang dari kassi menuju ruang
tunggu bandara, mengeleng geleng kan kepalanya seraya berdiri dan tersenyum
setelah ia membayar jasa nya dua dollar AS. Ia fikir upah yang ia berikan
kurang maka iya menambah nya 0,50 dollar. Namun kuli itu tetep saja bersikap
demikia, bahkan senyum nya melebar. Karena jengkel, ia tinggal kan juga kuli
itu, ternyata, berdasar kan obrolan dengan seorang warga Bombay, mengeleng
geleng kan kepala berarti setuju dan trimakasih atas pemberian upah tersebut
berarti sama dengan mnganguk anguk kan kepala di Indonesia.
c. POSTUR TUBUH DAN POSISI KAKI
postur tubuh sering
bersifat simbolik. Kita cenderung mengapresiasi terkadang ber lebihan orang
bertubuh tinggi dan seimbang. Banyak orang berusaha mati-matian untuk mencapai
postur tubuh yang ideal dengan mengontrol makanan, berolahraga, mengonsumsi
jamu atau obat, dan bahkan bedah plastic.menjamur nya pusat pusat kebugaran di
berbagai kota di Negara kita menunjukan kecenderungan tersebut.
Pada
masa orde baru, semua orang termasuk para mentri, membungkukan badan pada saat
berjabatan tanggan dengan soeharto, (mantan) penguasa nomer satu Indonesia.
Semakin rendah jabatan orang, semakin rendah membukukan badan nya. Camat
membungkuk lebih rendah dari pada bupati atau wali kota, bupati atau walikota
membungkuk lebih rendah dari gubernur dan gubernur membungkuk lebih rendah dari
pada mentri ketika mereka menjabat tanggan soehart. Lebih belakang, sebagai
kasus istimewa B.J Habiebi, wakil presiden saat itu, diberitakan juga mencium
tanggan pak harto.
Status
seseorang juga dapat terlihat lewat cara ia meletakan tanggan nya ketika
berdiri dan berbicara dengan orang lain. Di Negara kita, orang yang berbicara
dengan merapatkan kedua tangan nya (telapak tangan menghadap kedalam) dan
diletakannyadepan selangkan nya hamper bias di pastika adalah orang yang
jabatan lebih rendah dari pada orang yang berdiri dengann meletakkan kedua
tangan nya di samping atau di belakang punggung nya. Perhatiakan situasi semacam
ini ketika para pejabat berkumpul di istana, sehabis pelantika pejabat tinggi
missal nya.
d. EKSPRESI WAJAH DAN TATAPAN MATA
Para dermawan. Pelatihan tari bali,
dan pembuat topeng di Negaraa kita paham benar. Mengenai perubahan situasi hati
dan maknayang terkandung dalam ekspresi wajah, seperti juga pengarah,pemain,
dan penari kabuki di jepang. Masuk akal bila banyak orang mengangap prilaku non
verbal yang paling banyak “berbicara” adalah ekspresi wajah.khusus nya
pandangan mata, mesiki pun mulut tidak berkata kata. Menurut Albert mehrabian andil
wajah bagi pengaruh pesan 55%, sementara vocal 30% dan verbal 7%
e.
SENTUHAN
Studi tentang sentuh – menyentuh di
sebut haptika (haptics) sentuha. Seperti foto, adalah suatu prilaku nonverbal
yang multi makna, dapat menggantikan seribu kata, konon, menurut orang muda,
seseorang sapat merasakan seperti terkena setrum ketika di sentuh lawan jenis
nya yang di senangi nya. ‘’and when I touch you feell happy inside” kata jhon
lenon dan Paul McCartney itu sebab nya islam punya aturan ketat mengenai
sentuhan sentuhan dia antara laki laki dan prempuan untuk menghindari konsekuensi
nya yang menjerumus pada perbuatan negative. Menurut Heslin, terdapat lima
kategori sentuhan, yang merupakan sesuatu rentang dari yang sangat impresional
hingga yang sangat personal. Kategori-kategosi tersebut adalah :
·
Fungsional-professional. Disini sentuhan bersifat “dingin”
dan berorentasi bisnis, missal nya pelayan took membantu pelanggan memilih
pakaian.
·
Social-sopan. Prilaku dalam situasi ini membangun dan
memperteguh pengharapan, aturan dan praktik social uyang berlaku, missal nya
berjabat tangan.
·
Persahabatan-kehangatan. Kategori ini meliputisetiap sentuhan
yang menandakan afeksi atau hubungan yang akrab, misalkan dua orang yang saling
merangkul setelah mereka lama berpisah
·
Cinta. Kategori ini merujukpada sentuhan yang menyatakan
ketertarikan emosional.
Berbagai
budaya memperaktikan berjabatan tanggan (salaman) dengan cara yang baik yang
berlainan. Dalam budaya sunda salaman tradisional dilakukan dengan cara kedua
tangan dengan telapak tangan di rapat kan dan saling berhadapan, diawali dengan
menyentuh tangan yang kita rapat kan pada orang lain , lalu kita menyentuh
kedua ibu jari yang di rapat kan ke hidung. Dalam budaya jawa salaman
tradisional nya justru menyentuh kedua ibu jari
ke hidung, lalu menyentuh kan tangan ke tangan orang lain. Bila seorang
wanita sunda bersalaman dengan wanita jawa dengan cara tradisonal dengan
mengerakan kedua tangan mereka pada saat yang sama, pastilah tangan tangan
mereka tidak p[ernah bertemu krena perbedaan cara salaman tersebut dilingkungan
pesantren, salaman kaum santri boleh jadi sangat khas.Di pesantren setelah
salaman, para santri mungkin menempelkan tangan kanan nya dada, ada juga yang
menempel kan nya ke hidung atau ke dahi
ii. PRABAHASA
Parabahasa,atau vokalia (vokalis), merujuk
aspek aspek suara selain ucapan yang dapat di pahami missal nya kecepatan
berbicara, ada tinggi (tinggi atau rendah), intensitas (volume) suara,
intonasi, dialek, suara terputus putus, suara yang getar, suitan, siulan, tawa,
erengan, tangisan,gerutuan, gumaman, desahan, dan sebagai nya. Setiap
karakteristik suara ini mengkomunitaskan emosi dan oikiran kita. Suara yang
terengah engah menandakan kelemahan ,sedang kan ucapan yang terlalu cepat
menandakan keterangan, kemarahan, atau ketakutanterkadang kita bosan medengar
kan pembicaraan orang, bukan isi pembicaraan orang melainkan cara menyampaikan
yang lamban monoton. Mehrabian dan ferris menyebutkan bahwa parabahasa ada lah
terpenting kedua setelah ekspresi wajah dalam menyampaikan perasaan atau emosi.
Menurut formula mereka, para bahasa punya adail 38% dari keseluruhan impak
pesan.oleh karena ekspresi wajah puna andil 55% dari keseluruhan impak pesan.
Lebih dari 90% isi emosianal nya di tentukan secara nonverbal. Bahkan mehrabian
dan ferris mengakui bahwa impak kata kata terucap terhadap komponen emosional
pesan hanya sekitar 7%.
Anda ingat, bagaamana sebagai
“huuu…” saat anggota DPR dan MPR yang “terhormat” itu berteriak “huu..” saat
prasiden B.J. Habiebie datang menghadiri rapat paripurna MPR tahun 1999. Tidak
sulit memaknai teriakan “huuuuu…” itu sebagai pencelaan, meskipun orang orang
yang bersangkutan tidak mengucapkan kata apa pun. Itulah salah satu contoh
parabahasa.meskipun aspek aspek itu berkaitan erat dengan komunikasi verbal
aspek aspek tersebut harus di anggap bagian dari komunitas nonverbal, yang
menunjukan kepada kita bagai mana perasaan berbicara mengenai pesan, apakah ia
percaya diri gugup atau menunjukan aspek aspek emosional lain nya. Seorang
penyiar, dosen atau pembicara public harus memperhatikan parabahasa ini karena
parabahasa yang tidak akan tepat dapat menurunka kredibilitas. Seorang penyair
yang baik, dan di presepsi baik oleh pemirsah, biasa nya berbahasa standart
artinya tidak mengucapkan dialek dialek tertentu seperti dialek jawa, sunda,
batak dan sebagai nya, ketika ia mengucapkan bahasa Indonesia.bayangkan betapa
lucu nya penyiar televise atau radioyang membacakan warta berita dengan dialek
batak, betawi, atau jawa yang di siarkan keseluruh wilayah Indonesia, selucu
penyiar wanita nya yang membaca berita dengan suara tinggi atau melengking.
Penyiar berita yang bertugas membaca warta berita biasa nya memiliki suara
bernada rendah, lebih dekat dengan suara pria. Dosen yang kurang lancar berbicara,
misalkan sering mengucapkan “eee” atau “ehmm” di antara kalimat kalimat yang di
ucapkan, biasa nya dianggap kurang kopeten.
iii. PENAMPILAN FISIK
Setiap
orang punya presepsi mengenai penampakan fisik seseorang, baik itu busana nya (
model, kualitas bahan, warna) dan juga ornament lain yang di pakai seperti kaca
mata, sepatu, tas, jam tanggan, kalung , gelang, cicin, anting anting, dan
sebagai nya. Seringkali orang juag member makna tertentu pada karakteristik
fisik orang yang bersangkutan, seperti bentuk wajah warna kulit, model rambut,
dan sebagai nya.
f. BUSANA
Nila
nila agama kebiasaan tututan lingkungan yang tertulis atau tidak tertulis nilai
kenyamanan dan tujuan pencitraan semua itu mempengaruhi dari cara kita
berdandan. Bangsa bangsa yang mengalami 4 musim yang berbeda menandai perubahan
cara mengenai pakaian. Pada musim pada musin itu udara di bawah 0 derajat
celcius missal nya, tidak ada orang tidak ada orang yang mengenakan T-shirt dan
celana pendek untuk kluar rumah. Sebalik nya pada musim dingin banyak orang
yang mngenakan pakaian lengkap. Di Amerika, busana teduh di mkenakan untuk
kegiatan bisnis dan social. Di india dan Myanmar, busana bisa lebih casual dari
pada di eropa. Seringkali mereka mengenai busana tradisional mereka, seperti
yang juga di lakukan orang Arab ketika mereka berbisnis denan orang luar.
Setiap fase penting dalam kehidupan sering di tandaidengan pemakaian busana
tertentu seperti pakain tradisional ketika seorang anak di sunat. Toga ketika
kita wisuda pakaian pengantin ketika
kita menikah dan kain kafan ketika kita meningal.
Banyak subkultural atau komunitas
mengenakan busana yang khas sebagaisimbol keanggotaan mereka dalam kelompok
tersebut. Orang mngenakan jubah atau jilbab sebagai tanda keagamaan dan
keyakinan mereka. Di Indonesia dokter berjas putih bidan berseragam putih,
tentara berseragam hijau, dan murid SD berseragam putih –merah. Di banyak
Negara lain seperti jepag dan mexico, seperti juga di Indonesia, pakaian
seragam amat popular, polisi tentara, anak anak sekoah senang berpakaian
seragam untuk mencermin kan afiliasi kelompok. Seragam polisi merupakan pesan.
Setidak nya untuk peran kita harapan kita mainkan. Akan tetapi, beberapa
mengenakan pakaian seragam. Di Israel, sebagai reaksi terhadap nazismepakaian
seragam tidak popular, tentara Israel mengenakan apa saja, dari celana pendek
hingga T-shirt berlogo batman.
g. KARAKTERISTIK FISIK
Seorang
pria berwajah klimis boleh jadi bertanya pada pria lain yang berjenggot,
“menggapa anda berjenggot ? ’’padahal pertayaan nya mengapa anda berwajah
klimis”? sama sah nya untuk di ajukan kepada nya. Para muslim yang berjenggot
sering di bilang fanatic dan fundamentalis, tetapi tahu kah anda bahwa wajah
klimis melambangkan wajah wajah atlet yunani.karakter fisik seperti dang ya
tarik,warna kulit rambut, kumis, jenggit, dan lipstick, dapat berkomunikasi
sesuatu. Suatu studi menunjukan bahwa daya tarik fisik merupakan salah satu
cirri penting dalam teori pribadi, meski pun bersikap implicit. Orang yang
menarik fisik secara ajen dinilai lebih pandai bergaul, luwes, tenang, hangat
secara seksual, menarik, responsive, persuasi,. Dan berhasil dalam karier dari
pada orang yang tidak menarik.
Di beberapa daerah di Indonesia
timur, kumis dapat di anggap ciri kedewasaan, pengusaha bioskop yang memutar
fim 17 tahun ke atas dapat melihat dewasa atau tidak nya dari ada atau tidak
nya kumis di atas bibir seorang lelaki. Mereka yang tidak berkumis, meskipun
sudah dewasa tetap saja di anggap anak anak. Seorang pria tidak berkumis yang
sedang berlibur ke kampong halaman nya di kefa, timor, diantar oleh petugas
untuk bergabung dengan anak anak dengan anak anak SD ketika ia hadiri suatu
misa hari minggu, padahal ia sudah dewasa. Di kabupatem manggarai, flores,
rambut lurus di sebut, “rambut air” di daerah itu di anggap istimewa, khusu nya
di kalangan wanita, karena jarang. Oleh karena umum nya warga di daerah itu
berambut kriting, orang berambut lurus diasosiasikan pendatang.
Bayak orang, khusus kaum wanita,
mendambakan rambut lurus. Ini tampak nya implikasi dari iklan iklan produk
kecantikan yang menayangkan bintang bintang iklan berambut lurus. Sejak puluhan
tau lalu sebagian kaum pria berambut alfrolurus. Sejak puluhan tahun lalu,
sebagai dari kaum Amerika berambut keriting dan “rendah diri” di hadapan orang
kulit putih berusaha meluruskan rambut mereka dengan mengunakan bahan kimia,
sementara bagi kaum wanitanya mengunakan wig berwarna hijau, merah muda, ungu,
merah, dan pirang. Malcom X, pejuang hak asasi kulit hitam di amerika, lewat
otobiografi nya. Menyindir orang seperti itu menggelikan dari pada badut dan
mungkin menghilangkan jati diri nya. Rambut merah atau pirang yang merupakan
standart wanita barat itu kini ditiru kalangan artis, fenomena ini lebih
menonol lagi.
h. BAU BAUAN
bau
bauan, terutama yang mneyenangkan (wewangian, sepertid deodorant, eau de
toilette eau de cologne, dan parfum) telah berabad abad di gunakan orang juga untuk menyampai
kan pesan mirip cara yang di lakukan hewan. Perbedaan presepsi atas bau bauan
dapat menimbul kan kesalah pahaman ketika orang orang berbeda budaya
berkomunikasi. Apa yang ter jadi jika orang arab yang bias membaui tubuh orang
lain berinterksi dengan orang amerika utara, yang justru bersikap terbalik ?
bila hal seperti itu terjadi, orang arab akan merasa terlantar dan terasing
kareng kurang kontak social yang dekat.sebalik nya orang amerika utara akan
merasa cemas karena kontak social nya terlalu dekat. Maka tidak pula tidak
mengheran kan buah durian yang bau nya enak apa lagi rasa nya sering tidak di
perkenan kan di bawa dalam penerbangan antar Negara karena bau durian tidak dia
anggap menggaungu penumapang lain nya.
iv. ORIENTASI RUANG DAN JARAK PRIBADI
Setiap
budaya punya cara khas dalam mengkonseptualisasi ruang, baik dalam rumah, di
luar rumah maupun dalam hubungan dengan orang lain. Edward T. Hall adalah
antropolog yang menciptakan istilah proxmemiccs (proksemika) sebagai bidang
studi nyang menelaah [resepsi atas manusia atas ruang (pribadi dan social).
Berbagai eksperimen memang menunjukan bahwa lingkungan yang estetis
mempengaruhi pemikiran dan kenyamanan manusia, dank arena nya, moslow dan mintz
menempatkan kelompok orang dalam ruang indah, ruang rata rata, di antara dan
ruang jelek dan meminta mereka untuk menilai foto foto wajah manusia. Kelompok
orang dalam ruang yang indah secara signifikan member score lebih tinggi mereka
mengapresiasikan gambar gambar tersebut lebih berenergi dan sejahtera. Kelompok
orang dalam ruang yang jelek mempresepsi kelelahan dan ketidak bahagian pada
gambar gambar yang sama itu.makna warna dinding yang cerah dengan kursi yang
empuk akan berbeda dengan kuliah di ruangan yang tua dan suram dengan kursi dan
meja kayu yang using dalm ruangan pertama mahasiswa akan lebih betah mengikuti
kuliah memperoleh lebih banyak pengetahuan dari pada ruang ke dua.
i. RUANG PRIBADI vs RUANG PUBLIK
Setiap
orang, baik ia sadar atau tidak, memiliki ruan pribadi (personal space)
imajiner yang bila di langar, akan membuat tidak nyaman. Kita selalu membawa
ruang pribadi kita kemana pun kita pergi. Juga ketika naik lift dan naik bus
kota yang penuh sesak , begitu msk ke lift sebai kompenansasi terlaranggarn nya
ruang pribadi kebanyakan orang berdiam kaku, berusaha untuk tidak menyentuh
orang lain. Melihat langit-langit atau petunjuk di atas puntu lift mereka baru menjadi
normal ketika keluar dari lift. Berbagai penelitian mengenai komunikasi pribadi
antara menunjukan semakin dekat hubungan antara kedua orang, semakin dekat
mereka istri berbicara, meskipun ada
batas nya, bila batas ini di larang, akan timbul perasaan tidak nyamapada pihak
mitra nya. Sepasang suami istri atau sepasang sahabat pastilah akan duduk
berdekatan dengan mereka. Bila anda bertemu 2 orang yang salah satu nya
mencondongkan tubuh dan kepala nya lebih dekat dengan yang lain nya. Denagan
kata lain orang itu akan menjaga jarak pada lawan bicara nya yang di anggap
tidak ramah di banding kan sebalik nya. Orientasi orang Indonesia yang
konektivitas Nampak nya mempengaruhi cara ia mengambil tempat duduk. Di ruang
dokter atau di dalam bus. Orang Indonesia akan cenderung mendekati orang lain
yang lebih dahulu duduk untuk mencari teman bicara, berbeda dengan orang
amerika yang idividualisme nya cenderung menjauhi orang yang lebih dulu duduk
di tempat itu. Variasi unik juga kita bias temukan dalam beberapa budaya. Misalnya pria arab sudah biasa jalan
di depan istri nya. Sang istri boleh jadi tidak duduk dekat suaminya saat makan
karena ruang pribadi pria milik nya sendiri. Di epang pun kadang kadan kita masih
menemukan istri yang berjalan di belakang suami.
j. POSISI DUDUK DAN PENAGATURAN RUANGAN
Setiap
budaya mengkonsepsikan pola komunikasi diadik(dua orang) yang berlainan. Secara
garis besar orang barat sengan berbicara dengan, sedangkan orang timur lebih
suka berbicara berdampingn atau membuat siku siku bagi orang timur orang cina
khusus nya berbicara berhadapan tiadak nya man dan konfrontatif, sebab nya
orang timur inign menjaga keselarasan (bekerja sama) dengan orang lain,
sedangkan orang barat bersifat idividulisme dan senang berkompetisi. Dalam
perbedaan status dan peran dalam banyak budaya timur peraturan tempat duduk
mencerminkan perbedaan status dan peran. Di korea missal nya di dalm mobil
tempat duduk di sebelah kanan, kantor, atau rumah, di anggap tempat duduk
terhormat, di jepang orang yang di hormati duduk di atas kepala meja berbentuk
empat persegi panjang pejabat berikut nya di kanan atau di kiri dan posisi
terendah duduk di dekat pintu dan di ujung meja yang berlawanan dengan tempat
duduk yang paling berkuasa.
v. KONSEP WAKTU
Waktu
menentuka hubungan antara manusia. Pola hidup manusia pada waktu di pengaruhi
oleh budaya. Waktu berhubung erat dengan perasaan-perasaan manusia. Krone mika
(cronemics) adalah studi dan iterpretansi atas waktu sebagai pesan bagai mana
kita mempresepsiakn dan memperlakukan waktu sebagai simbolik menunjukan sebagai
jati diri kita. Siapa diri kita dan kesadaran kita akan lingkungan kita. Bila
kita selalu menepati waktu yang di janjikan maka komitmen pada waktu memberika
pesan tentang diri kita. Demikian pula sebalik nya bila kita sering terlambat
menghadiri pertemuan penting.
Edward T, Hall membedakan konsep
waktu menjadi dua: Waktu mokronik (M) dan waktu poliktronik (P)
memandang waktu sebagai putaran suatu putaran
yang kebali dan kembali lagi.Waktu mokronik cenderung mengapresiasaikan sebaai
jalan yang lurus dari yang nyata dan bias dipilah pilih, di habis kan, di
buang, di hemat , di bagi, di hilangkan, atau mungkin di bunuh.penganut waktu P
cenderung lebih santai, dapat menjadwal kan waktu untuk beberapa tujuan
sekaligus. maka apa yang di nama kan terlambat dan toleransi terhadap terlambat
itu memang bervariasi dari budaya ke budaya dalm budaya kita sendiri khusu nya,
keterlambatan itu bervariasi dari situasi yang satu ke situasi yang lain nya.
Orang beroreintasi dengan waktu P tidak dapat menjadwal kan waktu untuk bertemu
dengan setiap orang yang berbeda.konsep waktu Indonesia seperti kebanyakan
konsep waktu budaya timur, jelas termasuk konsep waktu polikronik, seperti
cermin dalam istilah “jam karet”. Bila kita di undang menghadiri jamuan,
seperti ulang tahun atau pesta lulus sarjana di rumah seseorang, dating tepat
waktu malah di anggap kurang sopan. Boleh jadi prang yang berulang tahun masih
mengenakan daster, sementara rambut masih di roll. Kedatangan kita akan membuat
malu boleh jadi kita di anggap kebelet untuk mengkonsumsi makanan, kebiasaan
ngaret kita ini sering di jadika lelucon orang barat yang penah dating ke
Indonesia atau mengenal orang Indonesia yang tinggal di sana. Sebuah lelucon
berikut menunjuk kebiasaan bangsa kita. Kebiasaan jam karet orang Indonesia
tampak terus di praktika di luar negri selama mereka bergaul dengan sesama
orang Indonesia termasuk mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di Australia
Orang sering berhubungan dengan orang Indonesia dimenyebut kan melburne
menyebut kan elastic time. maka, meskipun orang orang Indonesia di melburne
punya komitmen akan tinggi nya waktu sejauh berurusan dengan orang kulit putih
dalam pekerjaan, mereka tidak punya komitmen demikian ketika berada di
komunitas mereka sendiri. Setiap budaya mempuyai kesadaran berlaianan mengenai
penting nya waktu :melenuim, abad, decade, tahun, bulan, minggu, hari, jam,
menit, detik, petani didesa Nampak nya tidak memperdulika pergaintian waktu,
termasuk pergantian melenium sekali pun. Mereka lebih memperhatikan pergantian
musim yang mem[pengaruhi bercocok tanam nya mereka dalam lama abad baru, bagi
saya waktu tidak ada arti nya. Meenium baru, abad baru, tahun baru, bagi saya
hari tetap berganti hari, malam berganti malam matahari, bulan, bintang tetap
sama.
vi. DIAM
Ruang
dan waktu adalah bagian lingkungan dari kita yang juga dapat di beri makan jhon
cage mengatakan, tidak ada sesuatu yang di sebut ruang yang kosong atau waktu
yang kosong, selalu ada sesuatu yang di lihat, sesuatu untuk di dengar. Sebenar
nya bagai mana pun kita berusaha untuk diam, kita tidak dapat melakukan nya.
Penyanyi dan penulis lagu simon mungkin paling di ingat karna lagu nya “the
sound of silence” bagi sebagian orang lain, judul lagi yang di nyanyikan simon
dan Garfunkel ini tampaknya mengandung kata kata yang bertentangan namun lagu
itu menunjukan kekuatan diam ketika kita berkomunikasi. Bangsa pendiam lain nya
yang mirip dengan bangsa jepang adalah abngsa Finlandia sehingga prilaku mereka
di sebut prilaku musin dingin: mereka tergesah gesah tanpa berkata apa apa di
jalanan dengan suhu minus 20 derajat C. orang Finlandia itu introvert, walaupun
mereka punya hasrat berkomunikasi. Mereka hangat, hanya saja mereka senag
menyindir , mereka menyukai ketenangan, walaupun minum berlebihan mereka tidak
suka menyatakan pendapat mereka dalam arena antar bangsa, hal positif mengenai
negri mereka. Walaupun mereka mencintai.orang finlandia pelit berbicara sering
menunda jawabn korespondensi dan menjauhi perselisihan orang lain karena mereka
engga atau karena mereka kurang terampil berbicara. Mereka biasa nya tidak
mengumpan kan upan balik atas pandangan orang lain segera, karena mereka
memikarkan dulu pandangan tersebut.
vii. WARNA
Sering
kita mengunakan warna untuk menunjukan suasana emosional, cita rasa, afiliasi
politikn dan bahkan mungkin meyakin kan agama kita, seperti di tunjukan kalimat
atau fase berikut:wajah nya merah , Koran kuning, feeling blue, mata nya hijau
kalo melihat uang, cabinet ijo royo royo dan sebagai nya. Di Indonesia warna
merah mudah adalah warna feminine (konon warna romantic yang di sukai orang
jatuh cinta), sedangkan warna biru warna maskulin. Tidak sedik wanita yang
barun melahir kan membilikan barang barang berwarna merah muda untuk anak
perempuan dan benda benda biru untuk anak laki laki warna hijau sering di
asosiasi kan dengan islam dan muslim, bukan hanya karna warna ini menyejukan
mata namun juga warna ini di percaya warna surga, seperti di sebut dalam
Al-Quran surat Ar-rahman ayat 64: ‘’kedua surge itu hijua tua warna nya”.
Mungkin itu sebab nya mengapa masjid berdinding hijau dan berkarpet hijau.
SUASANA
HATI WARNA
Menggairahkan,
meranggsang merah
Aman,nyaman biru
Tertekan,terganggu,
binggung oranye
Lembut,menenangkan biru
Melindungi,mempertahankan merah,coklat,biru,unggu,hitam
Sedih,patah
hati,murung,tidak bahagia hitam,coklat
Kalem,damai,tentram hijau,biru
Menyenangkan,riang,gembira kuning
Berwibawa,anggun ungu
Menatang,melawan,musuh merah,oranye,hitam
Berkuasa,kuat,bagus
sekali hitam
Mengenakan
pakaian berwarna menyala , seperti, merah atau ungu dari pada pria. Norma ini
tampak nya banyak budaya ,termasung di hasil kan di barat. Bila anda pria
berpakaian kemeja berwarna merah menyala atau ungu, hamper dipastikan banyak
wanita yang melirik anda dan mungkin menggangap anda orang yang aneh
(feminine). Warna hijau,kuning, dan merah adalah warna yang makna nya universal
sebagai pengatur lalu lintas. Dimana pun, hijau berarti jalan, kuning berarti
hati hati, merah berarti berhrnti. Namun jangan lupa, sebagai dasar warna plat
mobil makna tidak lagi universal.
viii. ARTEFAK
Artefak
adalah benda apa saja yang dihasil kan kecerdasan manusia. Aspek ini melakuan
perluasan lebih jauh dari pakaian dan penampilan yang telah kita bahas sebelum
nya. Benda benda yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam
interaksi manusia. Sering mengandung makna makna tertentu bidang studi mengenai
ini di sebut objectika (objectics). Rumah ,kendaraan,perabotan, rumah dan
model, (furniture) patung, lukisan fotografi, foto.dan benda benda lain dalam
lingkungan kita adalah pesan pesan bersivat non verbal, sejauh dapat di berikan
makna.misalnya bukti ilmiah menunjukan bahwa gerakan pernafsan akan meningkat
oleh cahaya merah dan berkurang ketika di hadap kan dengan cahaya biru yang
lebih menyejukkan dan warna merah yang aktif. Bagai mana pun, tampak nya kita
tidak dapat beristirah di ruangan yang warna dinding nya merah menyala.dalam
taradisi sumba barat, ntt dalam acara melamar pihak wanita menyerah kan sejenis
kain (sarung adat sumba) ke[ada pihak pria, sebalik nya, pihak pria memblas
dengan menyerah kan hewan dan alat potong nya. Pernah suatu pernikahan di Dili
diundur gara gara pihak pria sulit mendapat kan hewan yang di tentukan dan
sebagai ganti nya pihak pria menyerah kana in terlebih dahulu kepada pihak
wanita keluarga wanita yang beradat sumba itu merasa malu, karena balasan kain
itu sama dengan mengembalikan akan perempuan nya.
Tanpa
memperhatiakan sunggung sungguh bagai mana budaya mempengaruhi komunitas,
termasuk komunitas non verbal dan pemaknaan terhadap pesan non verbal tersebut,
kita bias gagal berkomunikasi dengan orang lain dengan orang lain yang berada
di antara kita. Sebagai standart dalam menilai bahasa non verbal kita. Sebenar
nya itu tidak berarti itu sedikit berbeda dengan kita. Bila kita langsung
meloncat pada kesimpulan tentang orang lain berdasar kan prilaku nonverbalnya
yang berbeda itu maka kita,terjebakdalam etnosentrisme (menganggap budaya
sendiri sebagai standar dalam mengukur budaya orang lain).
Categories
Klasifikasi NONverbal
KOMUNIKASI NONVERBAL
KOMUNIKASI NONVERBAL
PADA
AWAL ABAD KE-20, SEEKOR KUDA JERMAN BERNAMA Hans yang dimiliki seorang guru
sekolah dilatih perhitungan sederhana, misalnya menghitung benda-benda yang
diperlihatkan kepadanya di hadapan khalayak. Hasil perhitungannya ditunjukkannya
dengan menggaruk tanah. Hans belajar penambahan, perkalian, pengurangan dan
pembagian. Ia pun bahkan dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan
pecahan. Dihadapan khalayak penonton, Hans dapat memberikan jawaban yang benar
mengenai jumlah penonton, menghitung sejumlah benda, dan memberitahukan tanggal
berapa pun yang ditanyakan padanya. Hans ternyata “cerdas”, padahal ia tidak
menguasai bahasa verbal. Ia hanya memberikan jawaban yang benar atas suatu
pertanyaan sejauh penanya mengetahui jawabanya dan sejauh berada di dekat
manusia. Apa rahasianya ? Ternyata semua penanya, khususnya pemiliknya
sekaligus gurunya, member Hans isyarat-isyarat halus yang menunjukkan kapan ia
harus berhenti menggaruk tanah. Tubuh penanya itu akan lebih santai, wajahnya
tampak lega dan membuat sedikit gerakan kepala yang merupakan tanda bagi Hans
untuk berhenti menggerakan kakinya. Seorang peneliti memutuskan menguju Hans
dengan menempatkan pelatih pada posisi yang
tidak memungkinkan kuda itu melihatnya. Semua kemampuan bahasa Hans
menghilang, dan ia tidak lagi mampu menjawab satu pertanyaan pun. Ia sepenuhnya
bergantung pada ekspresi wajah dan isyarat tubuh gurunya yang bahkan tidak
disadarinya untuk menjawab pertanyaan. Meskipun Hans cerdas, jelas ia tidak memiliki
kemampuan verbal. Akan tetapi, ia mendemonstrasikan nonverbal.
Ilustrasi
diatas tidak menunjukkan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan hewan secara
nonverbal, melainkan mengisyaratkan sedikit kesamaan antara sinyal nonverbal manusia dengan sinyal nonverbal
hewan.
Secara
sederhana, pesan nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Menurut
Lary A. Samovar dan Richard E. Porter, komunikasi nonverbal mencakup semua
rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan
oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai
pesan potensial bagi pengirim atau penerima, jadi definisi ini mencakup
perilaku yang disengaja juga tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa
komunikasi secara keseluruhan, kita mengirim banyak pesan-pesan tersebut
bermakna bagi orang lain.
Sebagaimana
kata-kata, kebanyakan isyarat nonverbal juga tidak universal, melainkan terikat
oleh budaya, jadi dipelajari, bukan bawaan. Perilaku nonverbal kita bersifat
spontan, ambigu, sering berlangsung cepat, dan diluar kesadaran dan kendali
kita. Karena itulah Edward T.Hall menamai bahasa nonverbal ini sebagai “bahasa
diam” (silent language) dan “dimensi tersembunyi” (hidden dimension) suatu
budaya. Disebut diam dan tersembunyi, karena pesan nonverbal tertanam dalam
konteks komunikasi. Selain isyarat situasional dan relasional dalam transaksi
komunikasi, pesan nonverbal memberi memberi kita isyarat-isyarat kontekstual.
Bersama isyarat verbal dan isyarat kontekstual , pesan nonverbal membantu kita
menafsirkan seluruh makna pengalaman komunikasi.
Sebagaimana
budaya, subkultur pun sering memiliki bahasa nonverbal yang khas. Dalam suatu
budaya boleh jadi terdapat variasi bahasa nonverbal, misalnya bahasa tubuh,
bergantung pada jenis kelamin, agama, usia, pekerjaan, pendidikan, kelas
social, tingkat ekonomi , lokasi geografis, dan sebagainya. Begitu B.J. Habibie
menjadi presiden (dalam era reformasi), ia berinisiatif menumbuhkan tradisi
baru, yakni saling menempelkan pipi, ketika ia bertemu dengan pejabat
bawahannya dan tokoh lain. Akan tetapi, begitu Habibie
turun dari jabatan nya, digantikan Abdurrahman Wahid, kebiasaaan baru elite
politik ini redup kembali, berganti sesekali cium tangan.
Dibandingkan
dengan studi komunikasi verbal, studi komunikasi nonverbal sebenarnya masih
relative baru. Bila bidang pertama mulai diajarkan pada zaman Yunani kuno,
yakni studi tentang persuasi, khususnya pidato, studi paling awal bidang kedua
mungkin baru dimulai pada tahun 1873 oleh Charles Darwin yang menulis tentang
ekspresi wajah. Sejak itu, banyak orang yang mengkaji pentingnya komunikasi nonverbal demi keberhasilan
komunikasi, bukan hanya ahli-ahli komunikasi nonverbal, tetapi juga antropolog,
psikolog, dan sosiolog. Symbol-simbol nonverbal lebih sulit ditafsirkan dari
pada symbol-simbol verbal. Tidak ada satu pun kamus andal yang dapat membantu
penerjemahan symbol nonverbal.
I. FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL
Meskipun
secara teoritis, komunikasi nonverbal dapat dipisahkan dari komunikasi verbal,
dalam kenyataannya kedua jenis komunikasi tatap-muka sehari-hari. Dalam
komunikasi ujaran, rangsangan verbal dan rangsangan nonverbal itu hampir selalu
berlangsung bersama-sama dalam kombinasi. Kita memproses kedua jenis rangsangan
itu dengan cara serupa sehingga kita mudah terkecoh untuk menekankan suatu
perbedaan yang sebenarnya tidak hakiki, seperti dijelaskan Mark L. Knapp:
Istilah
nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi diluar
kata-kata terucap dan tertulis. Pada saat yang sama kita harus menyadari bahwa
peristiwa dan perilaku nonverbal ini ditafsirkan melalui symbol-simbol verbal.
Dalam pengertian ini, peristiwa dan perilaku nonverbal itu tidak
bersungguh-sungguh bersifat nonverbal.
Tidak
ada struktur yang pasti, tetap, dan dapat diramalkan mengenai hubungan antara
komunikasi verbal dan nonverbal. Keduanya dapat berlangsung spontan, serempak,
dan non sekuensial. Sementara perilaku verbal adalah saluran-tunggal, perilaku
nonverbal bersifat multisaluran. Bila kita mendengar suatu kata dalam bahasa
asing yang tidak kita ketahui, kita dapat memeriksanya dalam kamus atau buku
tentang frase dan memperkirakan apa yang dimaksud para pembaca. Kita dapat pula
meminta pembicara mengulangi dan menjelaskan kata yang diucapkannya.
Suatu
perbedaan lain yang menonjol antara pesan verbal dan pesan nonverbal adalah
bahwa pesan verbal terpisah-pisah, sedangkan pesna nonverbal sinambung.
Artinya, orang dapat mengawali dan mengakhiri pesan verbal kapan pun ia menghendakinya,
sedangkan pesan nonverbalnya tetap “mengalir”, sepanjang orang yang hadir
didekatnya. Ini mengingatkan kita pada salah satu prinsip komunikasi bahwa kita tidak dapat tidak berkomunikasi; setiap
perilaku punya potensi untuk ditafsirkan. Jadi meskipun anda dapat menutup
saluran linguistik anda untuk berkomunikasi dengan menolak berbicara atau
menulis, anda tidak mungkin menolak berperilaku nonverbal.
Dilihat
dari fungsionalnya, perilaku nonverbal mempunyai beberapa fungsi. Paul Ekman
menyebutkan lima fungsi pesan nonverbal, seperti yang dapat dilukiskan denagn
perilaku mata, yakni sebagai;
·
Emblem. Gerakan mata tertentu
merupakan symbol yang memiliki kesetaraan dengan symbol verbal. Kedipan mata
dapat mengatakan, “saya tidak bersunguh-sungguh”.
·
Illustrator. Pandangan kebawah dapat menunjukkan
depresi atau kesedihan.
·
Regulator. Kontak mata berarti
saluran percakapan terbuka. Memalingkan muka menandakan ketidaksediaan
berkomunikasi.
·
Penyesuai. Kedipan mata yang cepat
meningkat ketika orang berada dalam tekanan. Itu merupakan respon yang tidak
disadari yang merupakan upaya tubuh untuk mengurangi kecemasan.
·
Affect Display. Pembesaran manik-mata
(pupil dilation) menunjukkan peningkatan emosi. Isyarat wajah lainya
menunjukkan perasaan takut, terkejut, atau senang.
Dalam
hubungannya dengan perilaku verbal, perilaku nonverbal mempunyai fungsi-fungsi
sebagai berikut.
·
Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal, misalnya
anda menganggukkan kepala ketika anda mengatakan “ya”, atau meggelenggankan
kepala ketika mengatakan “tidak”.
·
Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal.
Misalnya anda melambaikan tangan seraya mengucapkan “selamat jalan ”, “sampa
jumpa lagi, ya”, atau “bye-bye”; atau anda menggunakan gerakan tangan, nada
suara yang meninggi, atau suara yang lambat ketika anda berpidato di hadapan
khalayak.
·
Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi
berdiri sendiri, misalnya anda menggoyangkan tangan andadengan telapak tangan
mengarah kedepan (sebagai pengganti kata “tidak”) ketika seorang pengamen
mendatangi mobil anda atau anda menunjukkan letak ruang dekan dengan jari
tangan, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, kepada seorang mahasiswa baru yang
bertanya, “dimana ruang dekan, pak?”
·
Perilaku nonverbal dapat meregulasi perilaku veral. Misalnya
anda sebagai mahasiswa mengenakan jaket atau membereskan buku-buku, atau
melihat jam tangan anda menjelang atau ketika kuliah berakhir; sehingga dosen
segera menutup kuliahnya.
·
Perilaku nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan
perilaku verbal. misalnya, seorang suami mengatakan, “Bagus! Bagus!” ketika
dimintai komentar oleh istrinya mengenai gaun yang baru dibelinya, seraya terus
membaca surat kabar atau menonton televise; atau seorang dosen melihat jam
tangan dua tiga kal, padahal tadi ia mengatakan bahwa ia mempunyai waktu untuk
berbicara dengan anda sebagai mahasiswanya.
Categories
komunikasi NONverbal
TUGAS POKOK DAN FUNGSI EKSEKUTIF, LEGISLATIF , DAN YUDIKATIF
Tugas Pokok dan Fungsi Eksekutif, Legislatif
dan Yudikatif
Pemikiran
tentang pemisahan kekuasaan dipengaruhi oleh teori John Locke (1632-1704)
seorang filosof Inggris yang pada tahun 1690 menerbitkan buku “Two Treties on
Civil Government”. Dalam bukunya itu John Locke mengemukakan adanya tiga macam
kekuasaan di dalam Negara yang harus diserahkan kepada badan yang masing-masing
berdiri sendiri, yaitu kekuasaan legislative (membuat Undang-Undang), kekuasaan
eksekutif (melaksanakan Undang-Undang atau yang merupakan fungsi pemerintahan)
dan kekuasaan federatif (keamanan dan hubungan luar negeri).
Negara
republik indonesia mengenal adanya lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan
yudikatif dalam UUD 1945 dengan melaksanakan pembagian kekuasaan (distribution
of power) antara lembaga-lembaga negara. Kekuasaan lembaga-llembaga negara
tidaklah di adakan pemisahan yang kaku dan tajam, tetapi ada koordinasi yang
satu dengan yang lainnya.
Sebagai
negara demokrasi, pemerintahan Indonesia menerapkan teori trias politika. Trias
politika adalah pembagian kekuasaan pemerintahan menjadi tiga bidang yang
memiliki kedudukan sejajar. Ketiga bidang tersebut yaitu :
1. Legislatif bertugas membuat undang undang. Bidang legislatif
adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
2. Eksekutif bertugas menerapkan atau melaksanakan
undang-undang. Bidang eksekutif adalah presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri
yang membantunya.
3. Yudikatif bertugas mempertahankan pelaksanaan undang-undang.
Adapun unsur yudikatif terdiri atas Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi
(MK).
Diatas
itu merupakan penjabaran dari tugas pokok dari tiap-tiap lembaga yang ada di
Indonesia. Berikut ini merupakan penjelasan secara jelas tentang fungsi-fungsi
dari ketiga tersebut :
1. Fungsi-fungsi legislatif
Di
Negara Indonesia lembaga legislatif lebih dikenal dengan nama Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR). DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai
lembaga negara. Anggota DPR berasal dari anggota partai politik peserta pemilu
yang dipilih berdasarkan hasil pemilu. DPR berkedudukan di tingkat pusat,
sedangkan yang berada di tingkat provinsi disebut DPRD provinsi dan yang berada
di kabupaten/kota disebut DPRD kabupaten/kota.
Berdasarkan
UU Pemilu N0. 10 Tahun 2008 ditetapkan sebagai berikut:
a. jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang;
b. jumlah anggota DPRD provinsi sekurang-kurangnya 35 orang dan
sebanyak- banyak 100 orang;
c. jumlah anggota DPRD kabupaten/kota sedikitnya 20 orang dan
sebanyak- banyaknya 50 orang.
Keanggotaan
DPR diresmikan dengan keputusan presiden. Anggota DPR berdomisili di ibu kota
negara. Masa jabatan anggota DPR adalah lima tahun dan berakhir pada saat
anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh Ketua Mahkamah
Agung dalam sidang paripurna DPR.
Lembaga
negara DPR yang bertindak sebagai lembaga legislatif mempunyai fungsi berikut
ini :
1. Fungsi legislasi, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga
pembuat undang-undang.
2. Fungsi anggaran, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga yang
berhak untuk menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
3. Fungsi pengawasan, artinya DPR sebagai lembaga yang
melakukan pengawasan terhadap pemerintahan yang menjalankan undang-undang.
DPR
sebagai lembaga negara mempunyai hak-hak, antara lain sebagai berikut.
1. Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan
kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis
serta berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.
2. Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan
terhadap suatu kebijakan tertentu pemerintah yang diduga bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan.
3. Hak menyatakan pendapat adalah hak DR untuk menyatakan
pendapat terhadap kebijakan pemerintah mengenai kejadian yang luar biasa yang
terdapat di dalam negeri disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau
sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket. Untuk
memudahkan tugas anggota DPR maka dibentuk komisi-komisi yang bekerja sama
dengan pemerintah sebagai mitra kerja.
2. Fungsi-fungsi eksekutif
Eksekutif
di era modern negara biasanya diduduki oleh Presiden atau Perdana Menteri.
Chief of State artinya kepala negara, jadi seorang Presiden atau Perdana
Menteri merupakan kepala suatu negara, simbol suatu negara. Di Indonesia
sendiri lembaga eksekutif dipegang penuh oleh seorang presiden.
Presiden
adalah lembaga negara yang memegang kekuasaan eksekutif yaitu presiden
mempunyai kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan. Presiden mempunyai
kedudukan sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus sebagai kepala negara.
Sebelum adanya amandemen UUD 1945, presiden dan wakil presiden dipilih oleh
MPR, tetapi setelah amandemen UUD1945 presiden dan wakil presiden dipilih
secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Presiden dan wakil presiden
memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya
untuk satu kali masa jabatan. Presiden dan wakil presiden sebelum menjalankan
tugasnya bersumpah atau mengucapkan janji dan dilantik oleh ketua MPR dalam
sidang MPR. Setelah dilantik, presiden dan wakil presiden menjalankan
pemerintahan sesuai dengan program yang telah ditetapkan sendiri. Dalam
menjalankan pemerintahan, presiden dan wakil presiden tidak boleh bertentangan
dengan UUD 1945. Presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan sesuai
dengan tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Sebagai
seorang kepala negara, menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, Presiden mempunyai wewenang sebagai berikut:
1. membuat perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan
Dewan Perwakilan Rakyat.
2. mengangkat duta dan konsul. Duta adalah perwakilan negara
Indonesia di negara sahabat. Duta bertugas di kedutaan besar yang ditempatkan
di ibu kota negara sahabat itu.
Sedangkan
konsul adalah lembaga yang mewakili negara Indonesia di kota tertentu di bawah
kedutaan besar kita.
3. menerima duta dari negara lain
4. memberi gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan lainnya
kepada warga negara Indonesia atau warga negara asing yang telah berjasa
mengharumkan nama baik Indonesia.
Sebagai
seorang kepala pemerintahan, presiden mempunyai kekuasaan tertinggi untuk
menyelenggarakan pemerintahan negara Indonesia. Wewenang, hak dan kewajiban
Presiden sebagai kepala pemerintahan, diantaranya:
1. memegang kekuasaan pemerintah menurut Undang-Undang Dasar
2. berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR
3. menetapkan peraturan pemerintah
4. memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala
Undang- Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada
Nusa dan Bangsa
5. memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan
pertimbangan Mahkamah Agung. Grasi adalah pengampunan yang diberikan oleh
kepala negara kepada orang yang dijatuhi hukuman. Sedangkan rehabilitasi adalah
pemulihan nama baik atau kehormatan seseorang yang telah dituduh secara tidak sah
atau dilanggar kehormatannya.
6. memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan
pertimbangan DPR. Amnesti adalah pengampunan atau pengurangan hukuman yang
diberikan oleh negara kepada tahanan-tahanan, terutama tahanan politik.
Sedangkan abolisi adalah pembatalan tuntutan pidana.
Selain
sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, seorang presiden juga merupakan
panglima tertinggi angkatan perang.
Dalam
kedudukannya seperti ini, presiden mempunyai wewenang sebagai berikut:
1. menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan
negara lain dengan persetujuan DPR
2. membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan
DPR
3. menyatakan keadaan bahaya.
3. Fungsi-fungsi yudikatif
Kekuasaan Yudikatif berwenang menafsirkan isi undang-undang
maupun memberi sanksi atas setiap pelanggaran atasnya. Fungsi-fungsi Yudikatif
yang bisa dispesifikasikan kedalam daftar masalah hukum berikut: Criminal law
(petty offense, misdemeanor, felonies); Civil law (perkawinan, perceraian,
warisan, perawatan anak); Constitution law (masalah seputar penafsiran
kontitusi); Administrative law (hukum yang mengatur administrasi negara);
International law (perjanjian internasional).
Categories
tugas Eksekutif Legislatif dan Yudikatif
Langganan:
Komentar (Atom)




