I. KLASIFIKASI PESAN NONVERBAL
menurut Ray L. Birdwhistell, 65% dari
komunikasi tatap-muka ada lah nonverbal, sementara menurut Albert Mehrabian,
93% dari semua makna sosial dalam komunikasi tatap-muka diperoleh dari
isyarat-isyarat nonverbal. Dalam pandangan Birdwhistell, kita sebenarnya mampu
mengucapkan ribuan suara vokal, dan wajah kita dapat menciptakan 250.000
ekspresi yang berbeda. Secara keseluruhan, seperti dikemukakan para pakar, kita
dapat menciptakan sebanyak 700.000 isyarat fisik yang terpisah, demikian banyak
sehingga upaya untuk mengumpulkannya akan menimbulkan frustasi. Seperti bahasa
verbal, bahasa nonverbal suatu kelompok orang juga tidak kalah rumitnya. Bila
kelompok-kelompok budaya tersebut memahami bahasa verbal yang sama.
Kita dapat mengklasifikasikan
pesan-pesan nonverbal ini dengan berbagai cara. Jurgen Ruesch
mengklasifikasikan isyarat nonverbal menjadi tiga bagian. Pertama, bhasa tanda(sign
language) acungan jempol untuk numpang mobil secara gratis; bahasa isyarat tuna
rungu; kedua, bahasa tindakan (action
language) semua gerakan tubuh yang tidak digunakan secara ekslusif untuk
memberikan sinyal, misalnya, berjalan; dan ketiga, bahasa objek (object
language) pertunjukkan benda, pakaian, dan lambing nonverbal bersifat public
lainnya seperti ukuran ruangan, bendera, gambar (lukisan), music (misalnya marching band), dan sebagainya, baik
secara sengaja ataupun tidak. Secara garis besar Larry A. Samovar dan Richard
E. Porter membagi pesan-pesan nonverbal menjadi dua kategori besar, yakni: pertama, perilaku yang terdiri dari
penampilan dan pakaian, gerakan dan postur tubuh, ekspresi wajah dan kontak
mata, sentuhan, bau-bauan, dan parabahasa; kedua,
ruang, waktu dan diam. Klasifikasi Samovar dan Porter ini sejajar dengan
klasifikasi John R. Wenburg dan William W. Wilmot, yakni isyarat-isyarat
nonverbal perilaku (behavioral) dan isyarat-isyarat nonverbal bersifat publik
seperti ukuran ruangan dan factor-faktor
situasional lainnya.
Meskipun tidak menggunakan
pengkategorian diatas, kita akan membahas berbagai jenis pesan nonverbal yang
kita anggap penting, mulai dari pesan nonverbal yang bersifat perilaku hingga
pesan nonverbal yang terdapat dalam lingkungan kita.
i. BAHASA TUBUH
Bidang yang menelaah bahasa tubuh
adalah kinesika(kinesics), suatuistilah yang diciptakan seorang perintis studi
bahasa nonverbal, Ray L. Birdwhistell. Setiap anggota tubuh seperti wajah
(termasuk senyuman dan pandangan mata), tangan, kepala, kaki dan bahkan tubuh
secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Karena kita hidup,
semua anggota badan kita senantiasa bergerak. Lebih dari dua abad yag lalu
Blaise Pascal menulis bahwa tabiat kita adalah bergerak; istirahat sempurna
adalah kematian.
a. ISYARAT TANGAN
kita sering menyertai ucapan kita
dengan isyarat tangan. Perhatikanlah orang yang sedang menelpon. Meskipun lawan
bicara tidak terihat, ia menggerakan tangannya. Isyarat tangan atau “berbicara
dengan tangan” termasuk apa yang disebut emblem, yang dipelajari. Yang punya
makna dalam suatu budaya atau subkultur. Meskipun isyarat tangan yang digunakan
sama, maknanya boleh jadi berbeda, namun maksud sama. Dalam suatu studi yang
melibatkan 40 budaya, Desmond Morris dan rekan-rekannya mengumpulkan 20 isyarat
tangan yang sama yang mempunyai makna yang berbeda dalam setiap budaya,
sementara seorang spesialis Arab pernah mendaftar setidaknya 247 isyarat yang
berlainan yang digunakan orang Arab untuk melengkapi suatu pembicaraan.
Penggunaan isyarat tangan dan
maknanya jelas berlainan dari budaya ke budaya. Meskipun dibeberapa Negara,
telunjuk digunakan untuk menunjukkan sesuatu, hal itu tidak sopan di Indonesia.
Tentu saja ada kekecualian. Orang batak, seperti orang Amerika, bias menunjuk
dengan telunjuk tanpa bermaksud kasar pada orang yang dihadapinya. Begitu juga
orang Betawi, yang tidak jarang menunjuk denagn memonyongkan mulut, sambil
berucap, “ke sono-no!” beberapa suku Afrika yang menunjuk dengan mencibirkan
bibir bawah menganggap cra menunjuk Amerika sebagai kasar.
b. GERAKAN KEPALA
Di beberapa Negara, anggukan kepala malah
berarti “tidak” seperti di Bulgaria, sementara isyarat itu di Negara itu adalah
mengelengkan kepala. Orang inggris, seperti orang Indonesia. Menganggukan
kepala bahwa mereka mendengar dan tidak berarti menyetujui. Di yunani orang
mengatakan “tidak” dengan menyatakan kepala nya ke belakang mengengadahkan
wajah nya, begitu juga di timur tengah, sementara di Ethiopia orang mengoyakan
jari dari sisi ke sisi, namun mengatakan “ya” dengan melempar kan kepala nya ke
belakang, sebagai orang Arab dan itali mengatakan “tidak” dengan mengangkat
dagu, yang bagi orang moari di slandia baru “ya”. Di beberapa wilayah di india
dan Ceylon, ‘’ya’’ dapat dikomunikasi kan dengan melempar kan kepala ke
belakang dan memutarkan kepala secara cepat dalam satu gerakan melingkar atau
geleng kepala yang berarti “tidak” di Indonesia malah berarti “ya” di india
selatan. Seorang Indonesia yang meninggal kan Bombay untuk kembali ke Indonesia
pernah terheran heran ketika kuli sedang membawa barang dari kassi menuju ruang
tunggu bandara, mengeleng geleng kan kepalanya seraya berdiri dan tersenyum
setelah ia membayar jasa nya dua dollar AS. Ia fikir upah yang ia berikan
kurang maka iya menambah nya 0,50 dollar. Namun kuli itu tetep saja bersikap
demikia, bahkan senyum nya melebar. Karena jengkel, ia tinggal kan juga kuli
itu, ternyata, berdasar kan obrolan dengan seorang warga Bombay, mengeleng
geleng kan kepala berarti setuju dan trimakasih atas pemberian upah tersebut
berarti sama dengan mnganguk anguk kan kepala di Indonesia.
c. POSTUR TUBUH DAN POSISI KAKI
postur tubuh sering
bersifat simbolik. Kita cenderung mengapresiasi terkadang ber lebihan orang
bertubuh tinggi dan seimbang. Banyak orang berusaha mati-matian untuk mencapai
postur tubuh yang ideal dengan mengontrol makanan, berolahraga, mengonsumsi
jamu atau obat, dan bahkan bedah plastic.menjamur nya pusat pusat kebugaran di
berbagai kota di Negara kita menunjukan kecenderungan tersebut.
Pada
masa orde baru, semua orang termasuk para mentri, membungkukan badan pada saat
berjabatan tanggan dengan soeharto, (mantan) penguasa nomer satu Indonesia.
Semakin rendah jabatan orang, semakin rendah membukukan badan nya. Camat
membungkuk lebih rendah dari pada bupati atau wali kota, bupati atau walikota
membungkuk lebih rendah dari gubernur dan gubernur membungkuk lebih rendah dari
pada mentri ketika mereka menjabat tanggan soehart. Lebih belakang, sebagai
kasus istimewa B.J Habiebi, wakil presiden saat itu, diberitakan juga mencium
tanggan pak harto.
Status
seseorang juga dapat terlihat lewat cara ia meletakan tanggan nya ketika
berdiri dan berbicara dengan orang lain. Di Negara kita, orang yang berbicara
dengan merapatkan kedua tangan nya (telapak tangan menghadap kedalam) dan
diletakannyadepan selangkan nya hamper bias di pastika adalah orang yang
jabatan lebih rendah dari pada orang yang berdiri dengann meletakkan kedua
tangan nya di samping atau di belakang punggung nya. Perhatiakan situasi semacam
ini ketika para pejabat berkumpul di istana, sehabis pelantika pejabat tinggi
missal nya.
d. EKSPRESI WAJAH DAN TATAPAN MATA
Para dermawan. Pelatihan tari bali,
dan pembuat topeng di Negaraa kita paham benar. Mengenai perubahan situasi hati
dan maknayang terkandung dalam ekspresi wajah, seperti juga pengarah,pemain,
dan penari kabuki di jepang. Masuk akal bila banyak orang mengangap prilaku non
verbal yang paling banyak “berbicara” adalah ekspresi wajah.khusus nya
pandangan mata, mesiki pun mulut tidak berkata kata. Menurut Albert mehrabian andil
wajah bagi pengaruh pesan 55%, sementara vocal 30% dan verbal 7%
e.
SENTUHAN
Studi tentang sentuh – menyentuh di
sebut haptika (haptics) sentuha. Seperti foto, adalah suatu prilaku nonverbal
yang multi makna, dapat menggantikan seribu kata, konon, menurut orang muda,
seseorang sapat merasakan seperti terkena setrum ketika di sentuh lawan jenis
nya yang di senangi nya. ‘’and when I touch you feell happy inside” kata jhon
lenon dan Paul McCartney itu sebab nya islam punya aturan ketat mengenai
sentuhan sentuhan dia antara laki laki dan prempuan untuk menghindari konsekuensi
nya yang menjerumus pada perbuatan negative. Menurut Heslin, terdapat lima
kategori sentuhan, yang merupakan sesuatu rentang dari yang sangat impresional
hingga yang sangat personal. Kategori-kategosi tersebut adalah :
·
Fungsional-professional. Disini sentuhan bersifat “dingin”
dan berorentasi bisnis, missal nya pelayan took membantu pelanggan memilih
pakaian.
·
Social-sopan. Prilaku dalam situasi ini membangun dan
memperteguh pengharapan, aturan dan praktik social uyang berlaku, missal nya
berjabat tangan.
·
Persahabatan-kehangatan. Kategori ini meliputisetiap sentuhan
yang menandakan afeksi atau hubungan yang akrab, misalkan dua orang yang saling
merangkul setelah mereka lama berpisah
·
Cinta. Kategori ini merujukpada sentuhan yang menyatakan
ketertarikan emosional.
Berbagai
budaya memperaktikan berjabatan tanggan (salaman) dengan cara yang baik yang
berlainan. Dalam budaya sunda salaman tradisional dilakukan dengan cara kedua
tangan dengan telapak tangan di rapat kan dan saling berhadapan, diawali dengan
menyentuh tangan yang kita rapat kan pada orang lain , lalu kita menyentuh
kedua ibu jari yang di rapat kan ke hidung. Dalam budaya jawa salaman
tradisional nya justru menyentuh kedua ibu jari
ke hidung, lalu menyentuh kan tangan ke tangan orang lain. Bila seorang
wanita sunda bersalaman dengan wanita jawa dengan cara tradisonal dengan
mengerakan kedua tangan mereka pada saat yang sama, pastilah tangan tangan
mereka tidak p[ernah bertemu krena perbedaan cara salaman tersebut dilingkungan
pesantren, salaman kaum santri boleh jadi sangat khas.Di pesantren setelah
salaman, para santri mungkin menempelkan tangan kanan nya dada, ada juga yang
menempel kan nya ke hidung atau ke dahi
ii. PRABAHASA
Parabahasa,atau vokalia (vokalis), merujuk
aspek aspek suara selain ucapan yang dapat di pahami missal nya kecepatan
berbicara, ada tinggi (tinggi atau rendah), intensitas (volume) suara,
intonasi, dialek, suara terputus putus, suara yang getar, suitan, siulan, tawa,
erengan, tangisan,gerutuan, gumaman, desahan, dan sebagai nya. Setiap
karakteristik suara ini mengkomunitaskan emosi dan oikiran kita. Suara yang
terengah engah menandakan kelemahan ,sedang kan ucapan yang terlalu cepat
menandakan keterangan, kemarahan, atau ketakutanterkadang kita bosan medengar
kan pembicaraan orang, bukan isi pembicaraan orang melainkan cara menyampaikan
yang lamban monoton. Mehrabian dan ferris menyebutkan bahwa parabahasa ada lah
terpenting kedua setelah ekspresi wajah dalam menyampaikan perasaan atau emosi.
Menurut formula mereka, para bahasa punya adail 38% dari keseluruhan impak
pesan.oleh karena ekspresi wajah puna andil 55% dari keseluruhan impak pesan.
Lebih dari 90% isi emosianal nya di tentukan secara nonverbal. Bahkan mehrabian
dan ferris mengakui bahwa impak kata kata terucap terhadap komponen emosional
pesan hanya sekitar 7%.
Anda ingat, bagaamana sebagai
“huuu…” saat anggota DPR dan MPR yang “terhormat” itu berteriak “huu..” saat
prasiden B.J. Habiebie datang menghadiri rapat paripurna MPR tahun 1999. Tidak
sulit memaknai teriakan “huuuuu…” itu sebagai pencelaan, meskipun orang orang
yang bersangkutan tidak mengucapkan kata apa pun. Itulah salah satu contoh
parabahasa.meskipun aspek aspek itu berkaitan erat dengan komunikasi verbal
aspek aspek tersebut harus di anggap bagian dari komunitas nonverbal, yang
menunjukan kepada kita bagai mana perasaan berbicara mengenai pesan, apakah ia
percaya diri gugup atau menunjukan aspek aspek emosional lain nya. Seorang
penyiar, dosen atau pembicara public harus memperhatikan parabahasa ini karena
parabahasa yang tidak akan tepat dapat menurunka kredibilitas. Seorang penyair
yang baik, dan di presepsi baik oleh pemirsah, biasa nya berbahasa standart
artinya tidak mengucapkan dialek dialek tertentu seperti dialek jawa, sunda,
batak dan sebagai nya, ketika ia mengucapkan bahasa Indonesia.bayangkan betapa
lucu nya penyiar televise atau radioyang membacakan warta berita dengan dialek
batak, betawi, atau jawa yang di siarkan keseluruh wilayah Indonesia, selucu
penyiar wanita nya yang membaca berita dengan suara tinggi atau melengking.
Penyiar berita yang bertugas membaca warta berita biasa nya memiliki suara
bernada rendah, lebih dekat dengan suara pria. Dosen yang kurang lancar berbicara,
misalkan sering mengucapkan “eee” atau “ehmm” di antara kalimat kalimat yang di
ucapkan, biasa nya dianggap kurang kopeten.
iii. PENAMPILAN FISIK
Setiap
orang punya presepsi mengenai penampakan fisik seseorang, baik itu busana nya (
model, kualitas bahan, warna) dan juga ornament lain yang di pakai seperti kaca
mata, sepatu, tas, jam tanggan, kalung , gelang, cicin, anting anting, dan
sebagai nya. Seringkali orang juag member makna tertentu pada karakteristik
fisik orang yang bersangkutan, seperti bentuk wajah warna kulit, model rambut,
dan sebagai nya.
f. BUSANA
Nila
nila agama kebiasaan tututan lingkungan yang tertulis atau tidak tertulis nilai
kenyamanan dan tujuan pencitraan semua itu mempengaruhi dari cara kita
berdandan. Bangsa bangsa yang mengalami 4 musim yang berbeda menandai perubahan
cara mengenai pakaian. Pada musim pada musin itu udara di bawah 0 derajat
celcius missal nya, tidak ada orang tidak ada orang yang mengenakan T-shirt dan
celana pendek untuk kluar rumah. Sebalik nya pada musim dingin banyak orang
yang mngenakan pakaian lengkap. Di Amerika, busana teduh di mkenakan untuk
kegiatan bisnis dan social. Di india dan Myanmar, busana bisa lebih casual dari
pada di eropa. Seringkali mereka mengenai busana tradisional mereka, seperti
yang juga di lakukan orang Arab ketika mereka berbisnis denan orang luar.
Setiap fase penting dalam kehidupan sering di tandaidengan pemakaian busana
tertentu seperti pakain tradisional ketika seorang anak di sunat. Toga ketika
kita wisuda pakaian pengantin ketika
kita menikah dan kain kafan ketika kita meningal.
Banyak subkultural atau komunitas
mengenakan busana yang khas sebagaisimbol keanggotaan mereka dalam kelompok
tersebut. Orang mngenakan jubah atau jilbab sebagai tanda keagamaan dan
keyakinan mereka. Di Indonesia dokter berjas putih bidan berseragam putih,
tentara berseragam hijau, dan murid SD berseragam putih –merah. Di banyak
Negara lain seperti jepag dan mexico, seperti juga di Indonesia, pakaian
seragam amat popular, polisi tentara, anak anak sekoah senang berpakaian
seragam untuk mencermin kan afiliasi kelompok. Seragam polisi merupakan pesan.
Setidak nya untuk peran kita harapan kita mainkan. Akan tetapi, beberapa
mengenakan pakaian seragam. Di Israel, sebagai reaksi terhadap nazismepakaian
seragam tidak popular, tentara Israel mengenakan apa saja, dari celana pendek
hingga T-shirt berlogo batman.
g. KARAKTERISTIK FISIK
Seorang
pria berwajah klimis boleh jadi bertanya pada pria lain yang berjenggot,
“menggapa anda berjenggot ? ’’padahal pertayaan nya mengapa anda berwajah
klimis”? sama sah nya untuk di ajukan kepada nya. Para muslim yang berjenggot
sering di bilang fanatic dan fundamentalis, tetapi tahu kah anda bahwa wajah
klimis melambangkan wajah wajah atlet yunani.karakter fisik seperti dang ya
tarik,warna kulit rambut, kumis, jenggit, dan lipstick, dapat berkomunikasi
sesuatu. Suatu studi menunjukan bahwa daya tarik fisik merupakan salah satu
cirri penting dalam teori pribadi, meski pun bersikap implicit. Orang yang
menarik fisik secara ajen dinilai lebih pandai bergaul, luwes, tenang, hangat
secara seksual, menarik, responsive, persuasi,. Dan berhasil dalam karier dari
pada orang yang tidak menarik.
Di beberapa daerah di Indonesia
timur, kumis dapat di anggap ciri kedewasaan, pengusaha bioskop yang memutar
fim 17 tahun ke atas dapat melihat dewasa atau tidak nya dari ada atau tidak
nya kumis di atas bibir seorang lelaki. Mereka yang tidak berkumis, meskipun
sudah dewasa tetap saja di anggap anak anak. Seorang pria tidak berkumis yang
sedang berlibur ke kampong halaman nya di kefa, timor, diantar oleh petugas
untuk bergabung dengan anak anak dengan anak anak SD ketika ia hadiri suatu
misa hari minggu, padahal ia sudah dewasa. Di kabupatem manggarai, flores,
rambut lurus di sebut, “rambut air” di daerah itu di anggap istimewa, khusu nya
di kalangan wanita, karena jarang. Oleh karena umum nya warga di daerah itu
berambut kriting, orang berambut lurus diasosiasikan pendatang.
Bayak orang, khusus kaum wanita,
mendambakan rambut lurus. Ini tampak nya implikasi dari iklan iklan produk
kecantikan yang menayangkan bintang bintang iklan berambut lurus. Sejak puluhan
tau lalu sebagian kaum pria berambut alfrolurus. Sejak puluhan tahun lalu,
sebagai dari kaum Amerika berambut keriting dan “rendah diri” di hadapan orang
kulit putih berusaha meluruskan rambut mereka dengan mengunakan bahan kimia,
sementara bagi kaum wanitanya mengunakan wig berwarna hijau, merah muda, ungu,
merah, dan pirang. Malcom X, pejuang hak asasi kulit hitam di amerika, lewat
otobiografi nya. Menyindir orang seperti itu menggelikan dari pada badut dan
mungkin menghilangkan jati diri nya. Rambut merah atau pirang yang merupakan
standart wanita barat itu kini ditiru kalangan artis, fenomena ini lebih
menonol lagi.
h. BAU BAUAN
bau
bauan, terutama yang mneyenangkan (wewangian, sepertid deodorant, eau de
toilette eau de cologne, dan parfum) telah berabad abad di gunakan orang juga untuk menyampai
kan pesan mirip cara yang di lakukan hewan. Perbedaan presepsi atas bau bauan
dapat menimbul kan kesalah pahaman ketika orang orang berbeda budaya
berkomunikasi. Apa yang ter jadi jika orang arab yang bias membaui tubuh orang
lain berinterksi dengan orang amerika utara, yang justru bersikap terbalik ?
bila hal seperti itu terjadi, orang arab akan merasa terlantar dan terasing
kareng kurang kontak social yang dekat.sebalik nya orang amerika utara akan
merasa cemas karena kontak social nya terlalu dekat. Maka tidak pula tidak
mengheran kan buah durian yang bau nya enak apa lagi rasa nya sering tidak di
perkenan kan di bawa dalam penerbangan antar Negara karena bau durian tidak dia
anggap menggaungu penumapang lain nya.
iv. ORIENTASI RUANG DAN JARAK PRIBADI
Setiap
budaya punya cara khas dalam mengkonseptualisasi ruang, baik dalam rumah, di
luar rumah maupun dalam hubungan dengan orang lain. Edward T. Hall adalah
antropolog yang menciptakan istilah proxmemiccs (proksemika) sebagai bidang
studi nyang menelaah [resepsi atas manusia atas ruang (pribadi dan social).
Berbagai eksperimen memang menunjukan bahwa lingkungan yang estetis
mempengaruhi pemikiran dan kenyamanan manusia, dank arena nya, moslow dan mintz
menempatkan kelompok orang dalam ruang indah, ruang rata rata, di antara dan
ruang jelek dan meminta mereka untuk menilai foto foto wajah manusia. Kelompok
orang dalam ruang yang indah secara signifikan member score lebih tinggi mereka
mengapresiasikan gambar gambar tersebut lebih berenergi dan sejahtera. Kelompok
orang dalam ruang yang jelek mempresepsi kelelahan dan ketidak bahagian pada
gambar gambar yang sama itu.makna warna dinding yang cerah dengan kursi yang
empuk akan berbeda dengan kuliah di ruangan yang tua dan suram dengan kursi dan
meja kayu yang using dalm ruangan pertama mahasiswa akan lebih betah mengikuti
kuliah memperoleh lebih banyak pengetahuan dari pada ruang ke dua.
i. RUANG PRIBADI vs RUANG PUBLIK
Setiap
orang, baik ia sadar atau tidak, memiliki ruan pribadi (personal space)
imajiner yang bila di langar, akan membuat tidak nyaman. Kita selalu membawa
ruang pribadi kita kemana pun kita pergi. Juga ketika naik lift dan naik bus
kota yang penuh sesak , begitu msk ke lift sebai kompenansasi terlaranggarn nya
ruang pribadi kebanyakan orang berdiam kaku, berusaha untuk tidak menyentuh
orang lain. Melihat langit-langit atau petunjuk di atas puntu lift mereka baru menjadi
normal ketika keluar dari lift. Berbagai penelitian mengenai komunikasi pribadi
antara menunjukan semakin dekat hubungan antara kedua orang, semakin dekat
mereka istri berbicara, meskipun ada
batas nya, bila batas ini di larang, akan timbul perasaan tidak nyamapada pihak
mitra nya. Sepasang suami istri atau sepasang sahabat pastilah akan duduk
berdekatan dengan mereka. Bila anda bertemu 2 orang yang salah satu nya
mencondongkan tubuh dan kepala nya lebih dekat dengan yang lain nya. Denagan
kata lain orang itu akan menjaga jarak pada lawan bicara nya yang di anggap
tidak ramah di banding kan sebalik nya. Orientasi orang Indonesia yang
konektivitas Nampak nya mempengaruhi cara ia mengambil tempat duduk. Di ruang
dokter atau di dalam bus. Orang Indonesia akan cenderung mendekati orang lain
yang lebih dahulu duduk untuk mencari teman bicara, berbeda dengan orang
amerika yang idividualisme nya cenderung menjauhi orang yang lebih dulu duduk
di tempat itu. Variasi unik juga kita bias temukan dalam beberapa budaya. Misalnya pria arab sudah biasa jalan
di depan istri nya. Sang istri boleh jadi tidak duduk dekat suaminya saat makan
karena ruang pribadi pria milik nya sendiri. Di epang pun kadang kadan kita masih
menemukan istri yang berjalan di belakang suami.
j. POSISI DUDUK DAN PENAGATURAN RUANGAN
Setiap
budaya mengkonsepsikan pola komunikasi diadik(dua orang) yang berlainan. Secara
garis besar orang barat sengan berbicara dengan, sedangkan orang timur lebih
suka berbicara berdampingn atau membuat siku siku bagi orang timur orang cina
khusus nya berbicara berhadapan tiadak nya man dan konfrontatif, sebab nya
orang timur inign menjaga keselarasan (bekerja sama) dengan orang lain,
sedangkan orang barat bersifat idividulisme dan senang berkompetisi. Dalam
perbedaan status dan peran dalam banyak budaya timur peraturan tempat duduk
mencerminkan perbedaan status dan peran. Di korea missal nya di dalm mobil
tempat duduk di sebelah kanan, kantor, atau rumah, di anggap tempat duduk
terhormat, di jepang orang yang di hormati duduk di atas kepala meja berbentuk
empat persegi panjang pejabat berikut nya di kanan atau di kiri dan posisi
terendah duduk di dekat pintu dan di ujung meja yang berlawanan dengan tempat
duduk yang paling berkuasa.
v. KONSEP WAKTU
Waktu
menentuka hubungan antara manusia. Pola hidup manusia pada waktu di pengaruhi
oleh budaya. Waktu berhubung erat dengan perasaan-perasaan manusia. Krone mika
(cronemics) adalah studi dan iterpretansi atas waktu sebagai pesan bagai mana
kita mempresepsiakn dan memperlakukan waktu sebagai simbolik menunjukan sebagai
jati diri kita. Siapa diri kita dan kesadaran kita akan lingkungan kita. Bila
kita selalu menepati waktu yang di janjikan maka komitmen pada waktu memberika
pesan tentang diri kita. Demikian pula sebalik nya bila kita sering terlambat
menghadiri pertemuan penting.
Edward T, Hall membedakan konsep
waktu menjadi dua: Waktu mokronik (M) dan waktu poliktronik (P)
memandang waktu sebagai putaran suatu putaran
yang kebali dan kembali lagi.Waktu mokronik cenderung mengapresiasaikan sebaai
jalan yang lurus dari yang nyata dan bias dipilah pilih, di habis kan, di
buang, di hemat , di bagi, di hilangkan, atau mungkin di bunuh.penganut waktu P
cenderung lebih santai, dapat menjadwal kan waktu untuk beberapa tujuan
sekaligus. maka apa yang di nama kan terlambat dan toleransi terhadap terlambat
itu memang bervariasi dari budaya ke budaya dalm budaya kita sendiri khusu nya,
keterlambatan itu bervariasi dari situasi yang satu ke situasi yang lain nya.
Orang beroreintasi dengan waktu P tidak dapat menjadwal kan waktu untuk bertemu
dengan setiap orang yang berbeda.konsep waktu Indonesia seperti kebanyakan
konsep waktu budaya timur, jelas termasuk konsep waktu polikronik, seperti
cermin dalam istilah “jam karet”. Bila kita di undang menghadiri jamuan,
seperti ulang tahun atau pesta lulus sarjana di rumah seseorang, dating tepat
waktu malah di anggap kurang sopan. Boleh jadi prang yang berulang tahun masih
mengenakan daster, sementara rambut masih di roll. Kedatangan kita akan membuat
malu boleh jadi kita di anggap kebelet untuk mengkonsumsi makanan, kebiasaan
ngaret kita ini sering di jadika lelucon orang barat yang penah dating ke
Indonesia atau mengenal orang Indonesia yang tinggal di sana. Sebuah lelucon
berikut menunjuk kebiasaan bangsa kita. Kebiasaan jam karet orang Indonesia
tampak terus di praktika di luar negri selama mereka bergaul dengan sesama
orang Indonesia termasuk mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di Australia
Orang sering berhubungan dengan orang Indonesia dimenyebut kan melburne
menyebut kan elastic time. maka, meskipun orang orang Indonesia di melburne
punya komitmen akan tinggi nya waktu sejauh berurusan dengan orang kulit putih
dalam pekerjaan, mereka tidak punya komitmen demikian ketika berada di
komunitas mereka sendiri. Setiap budaya mempuyai kesadaran berlaianan mengenai
penting nya waktu :melenuim, abad, decade, tahun, bulan, minggu, hari, jam,
menit, detik, petani didesa Nampak nya tidak memperdulika pergaintian waktu,
termasuk pergantian melenium sekali pun. Mereka lebih memperhatikan pergantian
musim yang mem[pengaruhi bercocok tanam nya mereka dalam lama abad baru, bagi
saya waktu tidak ada arti nya. Meenium baru, abad baru, tahun baru, bagi saya
hari tetap berganti hari, malam berganti malam matahari, bulan, bintang tetap
sama.
vi. DIAM
Ruang
dan waktu adalah bagian lingkungan dari kita yang juga dapat di beri makan jhon
cage mengatakan, tidak ada sesuatu yang di sebut ruang yang kosong atau waktu
yang kosong, selalu ada sesuatu yang di lihat, sesuatu untuk di dengar. Sebenar
nya bagai mana pun kita berusaha untuk diam, kita tidak dapat melakukan nya.
Penyanyi dan penulis lagu simon mungkin paling di ingat karna lagu nya “the
sound of silence” bagi sebagian orang lain, judul lagi yang di nyanyikan simon
dan Garfunkel ini tampaknya mengandung kata kata yang bertentangan namun lagu
itu menunjukan kekuatan diam ketika kita berkomunikasi. Bangsa pendiam lain nya
yang mirip dengan bangsa jepang adalah abngsa Finlandia sehingga prilaku mereka
di sebut prilaku musin dingin: mereka tergesah gesah tanpa berkata apa apa di
jalanan dengan suhu minus 20 derajat C. orang Finlandia itu introvert, walaupun
mereka punya hasrat berkomunikasi. Mereka hangat, hanya saja mereka senag
menyindir , mereka menyukai ketenangan, walaupun minum berlebihan mereka tidak
suka menyatakan pendapat mereka dalam arena antar bangsa, hal positif mengenai
negri mereka. Walaupun mereka mencintai.orang finlandia pelit berbicara sering
menunda jawabn korespondensi dan menjauhi perselisihan orang lain karena mereka
engga atau karena mereka kurang terampil berbicara. Mereka biasa nya tidak
mengumpan kan upan balik atas pandangan orang lain segera, karena mereka
memikarkan dulu pandangan tersebut.
vii. WARNA
Sering
kita mengunakan warna untuk menunjukan suasana emosional, cita rasa, afiliasi
politikn dan bahkan mungkin meyakin kan agama kita, seperti di tunjukan kalimat
atau fase berikut:wajah nya merah , Koran kuning, feeling blue, mata nya hijau
kalo melihat uang, cabinet ijo royo royo dan sebagai nya. Di Indonesia warna
merah mudah adalah warna feminine (konon warna romantic yang di sukai orang
jatuh cinta), sedangkan warna biru warna maskulin. Tidak sedik wanita yang
barun melahir kan membilikan barang barang berwarna merah muda untuk anak
perempuan dan benda benda biru untuk anak laki laki warna hijau sering di
asosiasi kan dengan islam dan muslim, bukan hanya karna warna ini menyejukan
mata namun juga warna ini di percaya warna surga, seperti di sebut dalam
Al-Quran surat Ar-rahman ayat 64: ‘’kedua surge itu hijua tua warna nya”.
Mungkin itu sebab nya mengapa masjid berdinding hijau dan berkarpet hijau.
SUASANA
HATI WARNA
Menggairahkan,
meranggsang merah
Aman,nyaman biru
Tertekan,terganggu,
binggung oranye
Lembut,menenangkan biru
Melindungi,mempertahankan merah,coklat,biru,unggu,hitam
Sedih,patah
hati,murung,tidak bahagia hitam,coklat
Kalem,damai,tentram hijau,biru
Menyenangkan,riang,gembira kuning
Berwibawa,anggun ungu
Menatang,melawan,musuh merah,oranye,hitam
Berkuasa,kuat,bagus
sekali hitam
Mengenakan
pakaian berwarna menyala , seperti, merah atau ungu dari pada pria. Norma ini
tampak nya banyak budaya ,termasung di hasil kan di barat. Bila anda pria
berpakaian kemeja berwarna merah menyala atau ungu, hamper dipastikan banyak
wanita yang melirik anda dan mungkin menggangap anda orang yang aneh
(feminine). Warna hijau,kuning, dan merah adalah warna yang makna nya universal
sebagai pengatur lalu lintas. Dimana pun, hijau berarti jalan, kuning berarti
hati hati, merah berarti berhrnti. Namun jangan lupa, sebagai dasar warna plat
mobil makna tidak lagi universal.
viii. ARTEFAK
Artefak
adalah benda apa saja yang dihasil kan kecerdasan manusia. Aspek ini melakuan
perluasan lebih jauh dari pakaian dan penampilan yang telah kita bahas sebelum
nya. Benda benda yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam
interaksi manusia. Sering mengandung makna makna tertentu bidang studi mengenai
ini di sebut objectika (objectics). Rumah ,kendaraan,perabotan, rumah dan
model, (furniture) patung, lukisan fotografi, foto.dan benda benda lain dalam
lingkungan kita adalah pesan pesan bersivat non verbal, sejauh dapat di berikan
makna.misalnya bukti ilmiah menunjukan bahwa gerakan pernafsan akan meningkat
oleh cahaya merah dan berkurang ketika di hadap kan dengan cahaya biru yang
lebih menyejukkan dan warna merah yang aktif. Bagai mana pun, tampak nya kita
tidak dapat beristirah di ruangan yang warna dinding nya merah menyala.dalam
taradisi sumba barat, ntt dalam acara melamar pihak wanita menyerah kan sejenis
kain (sarung adat sumba) ke[ada pihak pria, sebalik nya, pihak pria memblas
dengan menyerah kan hewan dan alat potong nya. Pernah suatu pernikahan di Dili
diundur gara gara pihak pria sulit mendapat kan hewan yang di tentukan dan
sebagai ganti nya pihak pria menyerah kana in terlebih dahulu kepada pihak
wanita keluarga wanita yang beradat sumba itu merasa malu, karena balasan kain
itu sama dengan mengembalikan akan perempuan nya.
Tanpa
memperhatiakan sunggung sungguh bagai mana budaya mempengaruhi komunitas,
termasuk komunitas non verbal dan pemaknaan terhadap pesan non verbal tersebut,
kita bias gagal berkomunikasi dengan orang lain dengan orang lain yang berada
di antara kita. Sebagai standart dalam menilai bahasa non verbal kita. Sebenar
nya itu tidak berarti itu sedikit berbeda dengan kita. Bila kita langsung
meloncat pada kesimpulan tentang orang lain berdasar kan prilaku nonverbalnya
yang berbeda itu maka kita,terjebakdalam etnosentrisme (menganggap budaya
sendiri sebagai standar dalam mengukur budaya orang lain).
4 komentar:
thank ini sangat membantu saya
saya sangat berterimakasih ini sangat membantu saya
boleh tau ini sumbernya dari buku apa?
Terimakasih banyak, sangat membantu dalam menambah referensi
Posting Komentar