Minggu, 08 Desember 2013

KLASIFIKASI NONVERBAL

Diposting oleh Unknown di 07.37

      I.          KLASIFIKASI PESAN NONVERBAL

menurut Ray L. Birdwhistell, 65% dari komunikasi tatap-muka ada lah nonverbal, sementara menurut Albert Mehrabian, 93% dari semua makna sosial dalam komunikasi tatap-muka diperoleh dari isyarat-isyarat nonverbal. Dalam pandangan Birdwhistell, kita sebenarnya mampu mengucapkan ribuan suara vokal, dan wajah kita dapat menciptakan 250.000 ekspresi yang berbeda. Secara keseluruhan, seperti dikemukakan para pakar, kita dapat menciptakan sebanyak 700.000 isyarat fisik yang terpisah, demikian banyak sehingga upaya untuk mengumpulkannya akan menimbulkan frustasi. Seperti bahasa verbal, bahasa nonverbal suatu kelompok orang juga tidak kalah rumitnya. Bila kelompok-kelompok budaya tersebut memahami bahasa verbal yang sama.
Kita dapat mengklasifikasikan pesan-pesan nonverbal ini dengan berbagai cara. Jurgen Ruesch mengklasifikasikan isyarat nonverbal menjadi tiga bagian. Pertama,  bhasa tanda(sign language) acungan jempol untuk numpang mobil secara gratis; bahasa isyarat tuna rungu; kedua, bahasa tindakan (action language) semua gerakan tubuh yang tidak digunakan secara ekslusif untuk memberikan sinyal, misalnya, berjalan; dan ketiga, bahasa objek (object language) pertunjukkan benda, pakaian, dan lambing nonverbal bersifat public lainnya seperti ukuran ruangan, bendera, gambar (lukisan), music (misalnya marching band), dan sebagainya, baik secara sengaja ataupun tidak. Secara garis besar Larry A. Samovar dan Richard E. Porter membagi pesan-pesan nonverbal menjadi dua kategori besar, yakni: pertama, perilaku yang terdiri dari penampilan dan pakaian, gerakan dan postur tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, sentuhan, bau-bauan, dan parabahasa; kedua, ruang, waktu dan diam. Klasifikasi Samovar dan Porter ini sejajar dengan klasifikasi John R. Wenburg dan William W. Wilmot, yakni isyarat-isyarat nonverbal perilaku (behavioral) dan isyarat-isyarat nonverbal bersifat publik seperti ukuran ruangan  dan factor-faktor situasional lainnya.
Meskipun tidak menggunakan pengkategorian diatas, kita akan membahas berbagai jenis pesan nonverbal yang kita anggap penting, mulai dari pesan nonverbal yang bersifat perilaku hingga pesan nonverbal yang terdapat dalam lingkungan kita.

       i.          BAHASA TUBUH

Bidang yang menelaah bahasa tubuh adalah kinesika(kinesics), suatuistilah yang diciptakan seorang perintis studi bahasa nonverbal, Ray L. Birdwhistell. Setiap anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyuman dan pandangan mata), tangan, kepala, kaki dan bahkan tubuh secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Karena kita hidup, semua anggota badan kita senantiasa bergerak. Lebih dari dua abad yag lalu Blaise Pascal menulis bahwa tabiat kita adalah bergerak; istirahat sempurna adalah kematian.

a.      ISYARAT TANGAN

kita sering menyertai ucapan kita dengan isyarat tangan. Perhatikanlah orang yang sedang menelpon. Meskipun lawan bicara tidak terihat, ia menggerakan tangannya. Isyarat tangan atau “berbicara dengan tangan” termasuk apa yang disebut emblem, yang dipelajari. Yang punya makna dalam suatu budaya atau subkultur. Meskipun isyarat tangan yang digunakan sama, maknanya boleh jadi berbeda, namun maksud sama. Dalam suatu studi yang melibatkan 40 budaya, Desmond Morris dan rekan-rekannya mengumpulkan 20 isyarat tangan yang sama yang mempunyai makna yang berbeda dalam setiap budaya, sementara seorang spesialis Arab pernah mendaftar setidaknya 247 isyarat yang berlainan yang digunakan orang Arab untuk melengkapi suatu pembicaraan.
Penggunaan isyarat tangan dan maknanya jelas berlainan dari budaya ke budaya. Meskipun dibeberapa Negara, telunjuk digunakan untuk menunjukkan sesuatu, hal itu tidak sopan di Indonesia. Tentu saja ada kekecualian. Orang batak, seperti orang Amerika, bias menunjuk dengan telunjuk tanpa bermaksud kasar pada orang yang dihadapinya. Begitu juga orang Betawi, yang tidak jarang menunjuk denagn memonyongkan mulut, sambil berucap, “ke sono-no!” beberapa suku Afrika yang menunjuk dengan mencibirkan bibir bawah menganggap cra menunjuk Amerika sebagai kasar.

b.      GERAKAN KEPALA

Di beberapa Negara, anggukan kepala malah berarti “tidak” seperti di Bulgaria, sementara isyarat itu di Negara itu adalah mengelengkan kepala. Orang inggris, seperti orang Indonesia. Menganggukan kepala bahwa mereka mendengar dan tidak berarti menyetujui. Di yunani orang mengatakan “tidak” dengan menyatakan kepala nya ke belakang mengengadahkan wajah nya, begitu juga di timur tengah, sementara di Ethiopia orang mengoyakan jari dari sisi ke sisi, namun mengatakan “ya” dengan melempar kan kepala nya ke belakang, sebagai orang Arab dan itali mengatakan “tidak” dengan mengangkat dagu, yang bagi orang moari di slandia baru “ya”. Di beberapa wilayah di india dan Ceylon, ‘’ya’’ dapat dikomunikasi kan dengan melempar kan kepala ke belakang dan memutarkan kepala secara cepat dalam satu gerakan melingkar atau geleng kepala yang berarti “tidak” di Indonesia malah berarti “ya” di india selatan. Seorang Indonesia yang meninggal kan Bombay untuk kembali ke Indonesia pernah terheran heran ketika kuli sedang membawa barang dari kassi menuju ruang tunggu bandara, mengeleng geleng kan kepalanya seraya berdiri dan tersenyum setelah ia membayar jasa nya dua dollar AS. Ia fikir upah yang ia berikan kurang maka iya menambah nya 0,50 dollar. Namun kuli itu tetep saja bersikap demikia, bahkan senyum nya melebar. Karena jengkel, ia tinggal kan juga kuli itu, ternyata, berdasar kan obrolan dengan seorang warga Bombay, mengeleng geleng kan kepala berarti setuju dan trimakasih atas pemberian upah tersebut berarti sama dengan mnganguk anguk kan kepala di Indonesia.

c.      POSTUR TUBUH DAN POSISI KAKI

      postur tubuh sering bersifat simbolik. Kita cenderung mengapresiasi terkadang ber lebihan orang bertubuh tinggi dan seimbang. Banyak orang berusaha mati-matian untuk mencapai postur tubuh yang ideal dengan mengontrol makanan, berolahraga, mengonsumsi jamu atau obat, dan bahkan bedah plastic.menjamur nya pusat pusat kebugaran di berbagai kota di Negara kita menunjukan kecenderungan tersebut.
      Pada masa orde baru, semua orang termasuk para mentri, membungkukan badan pada saat berjabatan tanggan dengan soeharto, (mantan) penguasa nomer satu Indonesia. Semakin rendah jabatan orang, semakin rendah membukukan badan nya. Camat membungkuk lebih rendah dari pada bupati atau wali kota, bupati atau walikota membungkuk lebih rendah dari gubernur dan gubernur membungkuk lebih rendah dari pada mentri ketika mereka menjabat tanggan soehart. Lebih belakang, sebagai kasus istimewa B.J Habiebi, wakil presiden saat itu, diberitakan juga mencium tanggan pak harto.
      Status seseorang juga dapat terlihat lewat cara ia meletakan tanggan nya ketika berdiri dan berbicara dengan orang lain. Di Negara kita, orang yang berbicara dengan merapatkan kedua tangan nya (telapak tangan menghadap kedalam) dan diletakannyadepan selangkan nya hamper bias di pastika adalah orang yang jabatan lebih rendah dari pada orang yang berdiri dengann meletakkan kedua tangan nya di samping atau di belakang punggung nya. Perhatiakan situasi semacam ini ketika para pejabat berkumpul di istana, sehabis pelantika pejabat tinggi missal nya.
     

d.      EKSPRESI WAJAH DAN TATAPAN MATA

Para dermawan. Pelatihan tari bali, dan pembuat topeng di Negaraa kita paham benar. Mengenai perubahan situasi hati dan maknayang terkandung dalam ekspresi wajah, seperti juga pengarah,pemain, dan penari kabuki di jepang. Masuk akal bila banyak orang mengangap prilaku non verbal yang paling banyak “berbicara” adalah ekspresi wajah.khusus nya pandangan mata, mesiki pun mulut tidak berkata kata. Menurut Albert mehrabian andil wajah bagi pengaruh pesan 55%, sementara vocal 30% dan verbal 7%

e.                    SENTUHAN

Studi tentang sentuh – menyentuh di sebut haptika (haptics) sentuha. Seperti foto, adalah suatu prilaku nonverbal yang multi makna, dapat menggantikan seribu kata, konon, menurut orang muda, seseorang sapat merasakan seperti terkena setrum ketika di sentuh lawan jenis nya yang di senangi nya. ‘’and when I touch you feell happy inside” kata jhon lenon dan Paul McCartney itu sebab nya islam punya aturan ketat mengenai sentuhan sentuhan dia antara laki laki dan prempuan untuk menghindari konsekuensi nya yang menjerumus pada perbuatan negative. Menurut Heslin, terdapat lima kategori sentuhan, yang merupakan sesuatu rentang dari yang sangat impresional hingga yang sangat personal. Kategori-kategosi tersebut adalah :
·       Fungsional-professional. Disini sentuhan bersifat “dingin” dan berorentasi bisnis, missal nya pelayan took membantu pelanggan memilih pakaian.
·       Social-sopan. Prilaku dalam situasi ini membangun dan memperteguh pengharapan, aturan dan praktik social uyang berlaku, missal nya berjabat tangan.
·       Persahabatan-kehangatan. Kategori ini meliputisetiap sentuhan yang menandakan afeksi atau hubungan yang akrab, misalkan dua orang yang saling merangkul setelah mereka lama berpisah
·       Cinta. Kategori ini merujukpada sentuhan yang menyatakan ketertarikan emosional.

Berbagai budaya memperaktikan berjabatan tanggan (salaman) dengan cara yang baik yang berlainan. Dalam budaya sunda salaman tradisional dilakukan dengan cara kedua tangan dengan telapak tangan di rapat kan dan saling berhadapan, diawali dengan menyentuh tangan yang kita rapat kan pada orang lain , lalu kita menyentuh kedua ibu jari yang di rapat kan ke hidung. Dalam budaya jawa salaman tradisional nya justru menyentuh kedua ibu jari  ke hidung, lalu menyentuh kan tangan ke tangan orang lain. Bila seorang wanita sunda bersalaman dengan wanita jawa dengan cara tradisonal dengan mengerakan kedua tangan mereka pada saat yang sama, pastilah tangan tangan mereka tidak p[ernah bertemu krena perbedaan cara salaman tersebut dilingkungan pesantren, salaman kaum santri boleh jadi sangat khas.Di pesantren setelah salaman, para santri mungkin menempelkan tangan kanan nya dada, ada juga yang menempel kan nya ke hidung atau ke dahi

     ii.          PRABAHASA

 Parabahasa,atau vokalia (vokalis), merujuk aspek aspek suara selain ucapan yang dapat di pahami missal nya kecepatan berbicara, ada tinggi (tinggi atau rendah), intensitas (volume) suara, intonasi, dialek, suara terputus putus, suara yang getar, suitan, siulan, tawa, erengan, tangisan,gerutuan, gumaman, desahan, dan sebagai nya. Setiap karakteristik suara ini mengkomunitaskan emosi dan oikiran kita. Suara yang terengah engah menandakan kelemahan ,sedang kan ucapan yang terlalu cepat menandakan keterangan, kemarahan, atau ketakutanterkadang kita bosan medengar kan pembicaraan orang, bukan isi pembicaraan orang melainkan cara menyampaikan yang lamban monoton. Mehrabian dan ferris menyebutkan bahwa parabahasa ada lah terpenting kedua setelah ekspresi wajah dalam menyampaikan perasaan atau emosi. Menurut formula mereka, para bahasa punya adail 38% dari keseluruhan impak pesan.oleh karena ekspresi wajah puna andil 55% dari keseluruhan impak pesan. Lebih dari 90% isi emosianal nya di tentukan secara nonverbal. Bahkan mehrabian dan ferris mengakui bahwa impak kata kata terucap terhadap komponen emosional pesan hanya sekitar 7%.
            Anda ingat, bagaamana sebagai “huuu…” saat anggota DPR dan MPR yang “terhormat” itu berteriak “huu..” saat prasiden B.J. Habiebie datang menghadiri rapat paripurna MPR tahun 1999. Tidak sulit memaknai teriakan “huuuuu…” itu sebagai pencelaan, meskipun orang orang yang bersangkutan tidak mengucapkan kata apa pun. Itulah salah satu contoh parabahasa.meskipun aspek aspek itu berkaitan erat dengan komunikasi verbal aspek aspek tersebut harus di anggap bagian dari komunitas nonverbal, yang menunjukan kepada kita bagai mana perasaan berbicara mengenai pesan, apakah ia percaya diri gugup atau menunjukan aspek aspek emosional lain nya. Seorang penyiar, dosen atau pembicara public harus memperhatikan parabahasa ini karena parabahasa yang tidak akan tepat dapat menurunka kredibilitas. Seorang penyair yang baik, dan di presepsi baik oleh pemirsah, biasa nya berbahasa standart artinya tidak mengucapkan dialek dialek tertentu seperti dialek jawa, sunda, batak dan sebagai nya, ketika ia mengucapkan bahasa Indonesia.bayangkan betapa lucu nya penyiar televise atau radioyang membacakan warta berita dengan dialek batak, betawi, atau jawa yang di siarkan keseluruh wilayah Indonesia, selucu penyiar wanita nya yang membaca berita dengan suara tinggi atau melengking. Penyiar berita yang bertugas membaca warta berita biasa nya memiliki suara bernada rendah, lebih dekat dengan suara pria. Dosen yang kurang lancar berbicara, misalkan sering mengucapkan “eee” atau “ehmm” di antara kalimat kalimat yang di ucapkan, biasa nya dianggap kurang kopeten.

   iii.          PENAMPILAN FISIK

Setiap orang punya presepsi mengenai penampakan fisik seseorang, baik itu busana nya ( model, kualitas bahan, warna) dan juga ornament lain yang di pakai seperti kaca mata, sepatu, tas, jam tanggan, kalung , gelang, cicin, anting anting, dan sebagai nya. Seringkali orang juag member makna tertentu pada karakteristik fisik orang yang bersangkutan, seperti bentuk wajah warna kulit, model rambut, dan sebagai nya.

f.       BUSANA

Nila nila agama kebiasaan tututan lingkungan yang tertulis atau tidak tertulis nilai kenyamanan dan tujuan pencitraan semua itu mempengaruhi dari cara kita berdandan. Bangsa bangsa yang mengalami 4 musim yang berbeda menandai perubahan cara mengenai pakaian. Pada musim pada musin itu udara di bawah 0 derajat celcius missal nya, tidak ada orang tidak ada orang yang mengenakan T-shirt dan celana pendek untuk kluar rumah. Sebalik nya pada musim dingin banyak orang yang mngenakan pakaian lengkap. Di Amerika, busana teduh di mkenakan untuk kegiatan bisnis dan social. Di india dan Myanmar, busana bisa lebih casual dari pada di eropa. Seringkali mereka mengenai busana tradisional mereka, seperti yang juga di lakukan orang Arab ketika mereka berbisnis denan orang luar. Setiap fase penting dalam kehidupan sering di tandaidengan pemakaian busana tertentu seperti pakain tradisional ketika seorang anak di sunat. Toga ketika kita wisuda pakaian pengantin  ketika kita menikah dan kain kafan ketika kita meningal.
            Banyak subkultural atau komunitas mengenakan busana yang khas sebagaisimbol keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut. Orang mngenakan jubah atau jilbab sebagai tanda keagamaan dan keyakinan mereka. Di Indonesia dokter berjas putih bidan berseragam putih, tentara berseragam hijau, dan murid SD berseragam putih –merah. Di banyak Negara lain seperti jepag dan mexico, seperti juga di Indonesia, pakaian seragam amat popular, polisi tentara, anak anak sekoah senang berpakaian seragam untuk mencermin kan afiliasi kelompok. Seragam polisi merupakan pesan. Setidak nya untuk peran kita harapan kita mainkan. Akan tetapi, beberapa mengenakan pakaian seragam. Di Israel, sebagai reaksi terhadap nazismepakaian seragam tidak popular, tentara Israel mengenakan apa saja, dari celana pendek hingga T-shirt berlogo batman.

g.      KARAKTERISTIK FISIK

Seorang pria berwajah klimis boleh jadi bertanya pada pria lain yang berjenggot, “menggapa anda berjenggot ? ’’padahal pertayaan nya mengapa anda berwajah klimis”? sama sah nya untuk di ajukan kepada nya. Para muslim yang berjenggot sering di bilang fanatic dan fundamentalis, tetapi tahu kah anda bahwa wajah klimis melambangkan wajah wajah atlet yunani.karakter fisik seperti dang ya tarik,warna kulit rambut, kumis, jenggit, dan lipstick, dapat berkomunikasi sesuatu. Suatu studi menunjukan bahwa daya tarik fisik merupakan salah satu cirri penting dalam teori pribadi, meski pun bersikap implicit. Orang yang menarik fisik secara ajen dinilai lebih pandai bergaul, luwes, tenang, hangat secara seksual, menarik, responsive, persuasi,. Dan berhasil dalam karier dari pada orang yang tidak menarik.
            Di beberapa daerah di Indonesia timur, kumis dapat di anggap ciri kedewasaan, pengusaha bioskop yang memutar fim 17 tahun ke atas dapat melihat dewasa atau tidak nya dari ada atau tidak nya kumis di atas bibir seorang lelaki. Mereka yang tidak berkumis, meskipun sudah dewasa tetap saja di anggap anak anak. Seorang pria tidak berkumis yang sedang berlibur ke kampong halaman nya di kefa, timor, diantar oleh petugas untuk bergabung dengan anak anak dengan anak anak SD ketika ia hadiri suatu misa hari minggu, padahal ia sudah dewasa. Di kabupatem manggarai, flores, rambut lurus di sebut, “rambut air” di daerah itu di anggap istimewa, khusu nya di kalangan wanita, karena jarang. Oleh karena umum nya warga di daerah itu berambut kriting, orang berambut lurus diasosiasikan pendatang.
            Bayak orang, khusus kaum wanita, mendambakan rambut lurus. Ini tampak nya implikasi dari iklan iklan produk kecantikan yang menayangkan bintang bintang iklan berambut lurus. Sejak puluhan tau lalu sebagian kaum pria berambut alfrolurus. Sejak puluhan tahun lalu, sebagai dari kaum Amerika berambut keriting dan “rendah diri” di hadapan orang kulit putih berusaha meluruskan rambut mereka dengan mengunakan bahan kimia, sementara bagi kaum wanitanya mengunakan wig berwarna hijau, merah muda, ungu, merah, dan pirang. Malcom X, pejuang hak asasi kulit hitam di amerika, lewat otobiografi nya. Menyindir orang seperti itu menggelikan dari pada badut dan mungkin menghilangkan jati diri nya. Rambut merah atau pirang yang merupakan standart wanita barat itu kini ditiru kalangan artis, fenomena ini lebih menonol lagi.


h.      BAU BAUAN

bau bauan, terutama yang mneyenangkan (wewangian, sepertid deodorant, eau de toilette eau de cologne, dan parfum) telah berabad  abad di gunakan orang juga untuk menyampai kan pesan mirip cara yang di lakukan hewan. Perbedaan presepsi atas bau bauan dapat menimbul kan kesalah pahaman ketika orang orang berbeda budaya berkomunikasi. Apa yang ter jadi jika orang arab yang bias membaui tubuh orang lain berinterksi dengan orang amerika utara, yang justru bersikap terbalik ? bila hal seperti itu terjadi, orang arab akan merasa terlantar dan terasing kareng kurang kontak social yang dekat.sebalik nya orang amerika utara akan merasa cemas karena kontak social nya terlalu dekat. Maka tidak pula tidak mengheran kan buah durian yang bau nya enak apa lagi rasa nya sering tidak di perkenan kan di bawa dalam penerbangan antar Negara karena bau durian tidak dia anggap menggaungu penumapang lain nya.

    iv.          ORIENTASI RUANG DAN JARAK PRIBADI

Setiap budaya punya cara khas dalam mengkonseptualisasi ruang, baik dalam rumah, di luar rumah maupun dalam hubungan dengan orang lain. Edward T. Hall adalah antropolog yang menciptakan istilah proxmemiccs (proksemika) sebagai bidang studi nyang menelaah [resepsi atas manusia atas ruang (pribadi dan social). Berbagai eksperimen memang menunjukan bahwa lingkungan yang estetis mempengaruhi pemikiran dan kenyamanan manusia, dank arena nya, moslow dan mintz menempatkan kelompok orang dalam ruang indah, ruang rata rata, di antara dan ruang jelek dan meminta mereka untuk menilai foto foto wajah manusia. Kelompok orang dalam ruang yang indah secara signifikan member score lebih tinggi mereka mengapresiasikan gambar gambar tersebut lebih berenergi dan sejahtera. Kelompok orang dalam ruang yang jelek mempresepsi kelelahan dan ketidak bahagian pada gambar gambar yang sama itu.makna warna dinding yang cerah dengan kursi yang empuk akan berbeda dengan kuliah di ruangan yang tua dan suram dengan kursi dan meja kayu yang using dalm ruangan pertama mahasiswa akan lebih betah mengikuti kuliah memperoleh lebih banyak pengetahuan dari pada ruang ke dua.

i.       RUANG PRIBADI vs RUANG PUBLIK

Setiap orang, baik ia sadar atau tidak, memiliki ruan pribadi (personal space) imajiner yang bila di langar, akan membuat tidak nyaman. Kita selalu membawa ruang pribadi kita kemana pun kita pergi. Juga ketika naik lift dan naik bus kota yang penuh sesak , begitu msk ke lift sebai kompenansasi terlaranggarn nya ruang pribadi kebanyakan orang berdiam kaku, berusaha untuk tidak menyentuh orang lain. Melihat langit-langit atau petunjuk di atas puntu lift mereka baru menjadi normal ketika keluar dari lift. Berbagai penelitian mengenai komunikasi pribadi antara menunjukan semakin dekat hubungan antara kedua orang, semakin dekat mereka  istri berbicara, meskipun ada batas nya, bila batas ini di larang, akan timbul perasaan tidak nyamapada pihak mitra nya. Sepasang suami istri atau sepasang sahabat pastilah akan duduk berdekatan dengan mereka. Bila anda bertemu 2 orang yang salah satu nya mencondongkan tubuh dan kepala nya lebih dekat dengan yang lain nya. Denagan kata lain orang itu akan menjaga jarak pada lawan bicara nya yang di anggap tidak ramah di banding kan sebalik nya. Orientasi orang Indonesia yang konektivitas Nampak nya mempengaruhi cara ia mengambil tempat duduk. Di ruang dokter atau di dalam bus. Orang Indonesia akan cenderung mendekati orang lain yang lebih dahulu duduk untuk mencari teman bicara, berbeda dengan orang amerika yang idividualisme nya cenderung menjauhi orang yang lebih dulu duduk di tempat itu. Variasi unik juga kita bias temukan dalam beberapa  budaya. Misalnya pria arab sudah biasa jalan di depan istri nya. Sang istri boleh jadi tidak duduk dekat suaminya saat makan karena ruang pribadi pria milik nya sendiri. Di epang pun kadang kadan kita masih menemukan istri yang berjalan di belakang suami.

j.       POSISI DUDUK DAN PENAGATURAN RUANGAN

Setiap budaya mengkonsepsikan pola komunikasi diadik(dua orang) yang berlainan. Secara garis besar orang barat sengan berbicara dengan, sedangkan orang timur lebih suka berbicara berdampingn atau membuat siku siku bagi orang timur orang cina khusus nya berbicara berhadapan tiadak nya man dan konfrontatif, sebab nya orang timur inign menjaga keselarasan (bekerja sama) dengan orang lain, sedangkan orang barat bersifat idividulisme dan senang berkompetisi. Dalam perbedaan status dan peran dalam banyak budaya timur peraturan tempat duduk mencerminkan perbedaan status dan peran. Di korea missal nya di dalm mobil tempat duduk di sebelah kanan, kantor, atau rumah, di anggap tempat duduk terhormat, di jepang orang yang di hormati duduk di atas kepala meja berbentuk empat persegi panjang pejabat berikut nya di kanan atau di kiri dan posisi terendah duduk di dekat pintu dan di ujung meja yang berlawanan dengan tempat duduk yang paling berkuasa.

      v.          KONSEP WAKTU

Waktu menentuka hubungan antara manusia. Pola hidup manusia pada waktu di pengaruhi oleh budaya. Waktu berhubung erat dengan perasaan-perasaan manusia. Krone mika (cronemics) adalah studi dan iterpretansi atas waktu sebagai pesan bagai mana kita mempresepsiakn dan memperlakukan waktu sebagai simbolik menunjukan sebagai jati diri kita. Siapa diri kita dan kesadaran kita akan lingkungan kita. Bila kita selalu menepati waktu yang di janjikan maka komitmen pada waktu memberika pesan tentang diri kita. Demikian pula sebalik nya bila kita sering terlambat menghadiri pertemuan penting.
            Edward T, Hall membedakan konsep waktu menjadi dua: Waktu mokronik (M) dan waktu poliktronik (P)     
 memandang waktu sebagai putaran suatu putaran yang kebali dan kembali lagi.Waktu mokronik cenderung mengapresiasaikan sebaai jalan yang lurus dari yang nyata dan bias dipilah pilih, di habis kan, di buang, di hemat , di bagi, di hilangkan, atau mungkin di bunuh.penganut waktu P cenderung lebih santai, dapat menjadwal kan waktu untuk beberapa tujuan sekaligus. maka apa yang di nama kan terlambat dan toleransi terhadap terlambat itu memang bervariasi dari budaya ke budaya dalm budaya kita sendiri khusu nya, keterlambatan itu bervariasi dari situasi yang satu ke situasi yang lain nya. Orang beroreintasi dengan waktu P tidak dapat menjadwal kan waktu untuk bertemu dengan setiap orang yang berbeda.konsep waktu Indonesia seperti kebanyakan konsep waktu budaya timur, jelas termasuk konsep waktu polikronik, seperti cermin dalam istilah “jam karet”. Bila kita di undang menghadiri jamuan, seperti ulang tahun atau pesta lulus sarjana di rumah seseorang, dating tepat waktu malah di anggap kurang sopan. Boleh jadi prang yang berulang tahun masih mengenakan daster, sementara rambut masih di roll. Kedatangan kita akan membuat malu boleh jadi kita di anggap kebelet untuk mengkonsumsi makanan, kebiasaan ngaret kita ini sering di jadika lelucon orang barat yang penah dating ke Indonesia atau mengenal orang Indonesia yang tinggal di sana. Sebuah lelucon berikut menunjuk kebiasaan bangsa kita. Kebiasaan jam karet orang Indonesia tampak terus di praktika di luar negri selama mereka bergaul dengan sesama orang Indonesia termasuk mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di Australia Orang sering berhubungan dengan orang Indonesia dimenyebut kan melburne menyebut kan elastic time. maka, meskipun orang orang Indonesia di melburne punya komitmen akan tinggi nya waktu sejauh berurusan dengan orang kulit putih dalam pekerjaan, mereka tidak punya komitmen demikian ketika berada di komunitas mereka sendiri. Setiap budaya mempuyai kesadaran berlaianan mengenai penting nya waktu :melenuim, abad, decade, tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, detik, petani didesa Nampak nya tidak memperdulika pergaintian waktu, termasuk pergantian melenium sekali pun. Mereka lebih memperhatikan pergantian musim yang mem[pengaruhi bercocok tanam nya mereka dalam lama abad baru, bagi saya waktu tidak ada arti nya. Meenium baru, abad baru, tahun baru, bagi saya hari tetap berganti hari, malam berganti malam matahari, bulan, bintang tetap sama.

    vi.          DIAM

Ruang dan waktu adalah bagian lingkungan dari kita yang juga dapat di beri makan jhon cage mengatakan, tidak ada sesuatu yang di sebut ruang yang kosong atau waktu yang kosong, selalu ada sesuatu yang di lihat, sesuatu untuk di dengar. Sebenar nya bagai mana pun kita berusaha untuk diam, kita tidak dapat melakukan nya. Penyanyi dan penulis lagu simon mungkin paling di ingat karna lagu nya “the sound of silence” bagi sebagian orang lain, judul lagi yang di nyanyikan simon dan Garfunkel ini tampaknya mengandung kata kata yang bertentangan namun lagu itu menunjukan kekuatan diam ketika kita berkomunikasi. Bangsa pendiam lain nya yang mirip dengan bangsa jepang adalah abngsa Finlandia sehingga prilaku mereka di sebut prilaku musin dingin: mereka tergesah gesah tanpa berkata apa apa di jalanan dengan suhu minus 20 derajat C. orang Finlandia itu introvert, walaupun mereka punya hasrat berkomunikasi. Mereka hangat, hanya saja mereka senag menyindir , mereka menyukai ketenangan, walaupun minum berlebihan mereka tidak suka menyatakan pendapat mereka dalam arena antar bangsa, hal positif mengenai negri mereka. Walaupun mereka mencintai.orang finlandia pelit berbicara sering menunda jawabn korespondensi dan menjauhi perselisihan orang lain karena mereka engga atau karena mereka kurang terampil berbicara. Mereka biasa nya tidak mengumpan kan upan balik atas pandangan orang lain segera, karena mereka memikarkan dulu pandangan tersebut.

  vii.          WARNA

Sering kita mengunakan warna untuk menunjukan suasana emosional, cita rasa, afiliasi politikn dan bahkan mungkin meyakin kan agama kita, seperti di tunjukan kalimat atau fase berikut:wajah nya merah , Koran kuning, feeling blue, mata nya hijau kalo melihat uang, cabinet ijo royo royo dan sebagai nya. Di Indonesia warna merah mudah adalah warna feminine (konon warna romantic yang di sukai orang jatuh cinta), sedangkan warna biru warna maskulin. Tidak sedik wanita yang barun melahir kan membilikan barang barang berwarna merah muda untuk anak perempuan dan benda benda biru untuk anak laki laki warna hijau sering di asosiasi kan dengan islam dan muslim, bukan hanya karna warna ini menyejukan mata namun juga warna ini di percaya warna surga, seperti di sebut dalam Al-Quran surat Ar-rahman ayat 64: ‘’kedua surge itu hijua tua warna nya”. Mungkin itu sebab nya mengapa masjid berdinding hijau dan berkarpet hijau.
SUASANA HATI                                                                                   WARNA
Menggairahkan, meranggsang                                                          merah
Aman,nyaman                                                                                                biru
Tertekan,terganggu, binggung                                                          oranye
Lembut,menenangkan                                                                       biru
Melindungi,mempertahankan                                              merah,coklat,biru,unggu,hitam
Sedih,patah hati,murung,tidak bahagia                                           hitam,coklat
Kalem,damai,tentram                                                                                    hijau,biru
Menyenangkan,riang,gembira                                                          kuning
Berwibawa,anggun                                                                            ungu
Menatang,melawan,musuh                                                              merah,oranye,hitam
Berkuasa,kuat,bagus sekali                                                               hitam
Mengenakan pakaian berwarna menyala , seperti, merah atau ungu dari pada pria. Norma ini tampak nya banyak budaya ,termasung di hasil kan di barat. Bila anda pria berpakaian kemeja berwarna merah menyala atau ungu, hamper dipastikan banyak wanita yang melirik anda dan mungkin menggangap anda orang yang aneh (feminine). Warna hijau,kuning, dan merah adalah warna yang makna nya universal sebagai pengatur lalu lintas. Dimana pun, hijau berarti jalan, kuning berarti hati hati, merah berarti berhrnti. Namun jangan lupa, sebagai dasar warna plat mobil makna tidak lagi universal.

viii.          ARTEFAK

Artefak adalah benda apa saja yang dihasil kan kecerdasan manusia. Aspek ini melakuan perluasan lebih jauh dari pakaian dan penampilan yang telah kita bahas sebelum nya. Benda benda yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam interaksi manusia. Sering mengandung makna makna tertentu bidang studi mengenai ini di sebut objectika (objectics). Rumah ,kendaraan,perabotan, rumah dan model, (furniture) patung, lukisan fotografi, foto.dan benda benda lain dalam lingkungan kita adalah pesan pesan bersivat non verbal, sejauh dapat di berikan makna.misalnya bukti ilmiah menunjukan bahwa gerakan pernafsan akan meningkat oleh cahaya merah dan berkurang ketika di hadap kan dengan cahaya biru yang lebih menyejukkan dan warna merah yang aktif. Bagai mana pun, tampak nya kita tidak dapat beristirah di ruangan yang warna dinding nya merah menyala.dalam taradisi sumba barat, ntt dalam acara melamar pihak wanita menyerah kan sejenis kain (sarung adat sumba) ke[ada pihak pria, sebalik nya, pihak pria memblas dengan menyerah kan hewan dan alat potong nya. Pernah suatu pernikahan di Dili diundur gara gara pihak pria sulit mendapat kan hewan yang di tentukan dan sebagai ganti nya pihak pria menyerah kana in terlebih dahulu kepada pihak wanita keluarga wanita yang beradat sumba itu merasa malu, karena balasan kain itu sama dengan mengembalikan akan perempuan nya.

Tanpa memperhatiakan sunggung sungguh bagai mana budaya mempengaruhi komunitas, termasuk komunitas non verbal dan pemaknaan terhadap pesan non verbal tersebut, kita bias gagal berkomunikasi dengan orang lain dengan orang lain yang berada di antara kita. Sebagai standart dalam menilai bahasa non verbal kita. Sebenar nya itu tidak berarti itu sedikit berbeda dengan kita. Bila kita langsung meloncat pada kesimpulan tentang orang lain berdasar kan prilaku nonverbalnya yang berbeda itu maka kita,terjebakdalam etnosentrisme (menganggap budaya sendiri sebagai standar dalam mengukur budaya orang lain).

4 komentar:

rahmat firdaus mengatakan...

thank ini sangat membantu saya

Unknown mengatakan...

saya sangat berterimakasih ini sangat membantu saya

Amore Dust mengatakan...

boleh tau ini sumbernya dari buku apa?

Inka Adiyanti mengatakan...

Terimakasih banyak, sangat membantu dalam menambah referensi

Posting Komentar

 

Rise & Shine Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review