Minggu, 05 Januari 2014

tanggapan terhadap peristiwa pelanggaran hukum di Indonesia

Diposting oleh Unknown di 07.24
1.     korupsi.
 korupsi sudah menjadi level tinggi di Indonesia.
korupsi sudah tak lagi hanya di kalangan rakyat umum. tapi, sang penguasa pemerintahan, bahkan ketua MK pun sudah terlibat dalam kasus korupsi. hal ini benar" sangat melanggar hukum dan merugikan bangsa dan masyarakat ini. bahkan partai demokratpun sudah diragukan kebenarannya. terkait hal ini, SBY pun angkat bicara dan tidak menerima adanya cap kasus korupsi pada partainya.  SBY tidak terima partainya disebut partai korup.

Awalnya, SBY mengatakan bahwa Demokrat tetap ingin bebas korupsi. Demokrat menindak dan membersihkan semua kadernya yang terlibat korupsi. Menurutnya, Demokrat mendukung penuh pemberantasan korupsi oleh seluruh lembaga penegak hukum."Meskipun pahit, meskipun sedih, Demokrat tidak melindungi kadernya yang melakukan kejahatan dan tindak pidana korupsi. Demokrat manakala ada kader yang salah tidak mau menuding ke sana kemari, katakan itu pesanan politik, katakan konspirasi, salahkan penegak hukum, dan sebagainya. Tidak pernah, Camkan baik-baik. Yang berbenah diri, membantu penegak hukum malah dianggap partai salah, yang jelek, yang korup. Selama 2,5 tahun partai kita diserang dan dihabisi lawan politik dan sejumlah media massa," kata SBY.
Presiden RI itu menambahkan,
"Adilkah cara-cara seperti itu? Apakah sikap dan cara tebang pilih, tidak adil itu baik untuk pemberantasan korupsi ke depan? Apakah pihak-pihak yang menutupi dan lindungi kadernya yang melakukan korupsi juga baik? Mengapa justru Demokrat yang berani ambil risiko malah dianggap partai yang korup?"

Seperti diketahui, Demokrat diserang berbagai pihak setelah para elite partainya terjerat kasus korupsi. Terakhir, Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ketika itu, Anas menjabat Ketum Demokrat..
Presiden SBY menanggapi kasus ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menurut Presiden penangkapan Ketua MK oleh KPK adalah tragedi politik dan mencoreng nama negara Indonesia.”Kita memiliki dua institusi yang kuat yaitu MK dan KPK, harapan rakyat amat tinggi. Sepatutnya kepercayaan rakyat tidak dicederai.
Saya ingin mengajak para pimpinan lembaga negara tersebut untuk memikirkan masa depan MK, yang bisa menjaga tegaknya kebenaran dan keadilan, juga memikirkan bagaimana MK bisa kredibel di mata rakyat, karena rakyat bisa tidak percaya lagi, meskipun kejadian itu ulah oknum”, Papar Presiden.

SBY, mengharapkan media massa, terus dan tetap aktif untuk menyukseskan upaya pemerintah mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.Lebih lanjut SBY katakan pula, satu catatan, masyarakat dan pemerintah berharap agar pemberitaan media itu benar-benar akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk terhadap kasus korupsi."Selalu menguji informasi, tidak mencampuradukkan fakta dan opini yang menghakimi dan tetap memegang asas praduga tidak bersalah," pesannya."Juga tidak membuat berita bohong atau fitnah. Yang saya sampaikan ini bagian dari kode etik jurnalistik," imbuhnya.Dalam Undang-Undang Pers, imbuhnya, wajib hukumnya wartawan  media massa menaati kode etik jurnalistik ini




2.pembunuhan polisi.
Kasus penembakan pada anggota kepolisian belakangan ini dinilai karena sikap polisi juga.pembunuhan ini dinaggap sangat melanggar hukum. Sudah waktunya, polisi melakukan introspeksi diri.
Hanya dalam waktu sebulan, kasus penembakan polisi terjadi empat kali di tiga tempat terpisah di wilayahTangerang Selatan, Banten. Di luar empat kasus penembakan di wilayah Tangerang Selatan, sebenarnya masih ada beberapa kasus lagi yang memperlihatkan adanya tindakan perlawanan terhadap pihak kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, kasus perlawanan terhadap polisi beserta simbol-simbolnya memang meningkat dalam tiga tahun terakhir. Meski tidak menyebutkan rinciannya, Neta menyebutkan bahwa bentuk perlawanan tersebut antara lain penyerangan terhadap polisi berseragam maupun perusakan terhadap kantor polisi. 
"Ada polisi akan menangkap bandar togel, masyarakat setempat bukannya mendukung upaya polisi, justru anggota polisi yang dikeroyok masyarakat,"
Menurut Neta, kasus-kasus tersebut menunjukan bahwa polisi beserta simbol-simbolnya sudah tidak lagi ditakuti dan kehilangan kewibawaan.
Pada kasus penembakan di Tangerang Selatan saja, banyak komentar-komentar miring datang dari masyarakat. Mereka menganggap pelaku penembakan bukan kelompok teroris, tetapi penjambret.
Dalam kasus penembakan polisi, Neta menyayangkan tidak adanya empati dari masyarakat. Namun, menurutnya, hal itu akibat polisi yang selama ini tidak serius dalam penanganan suatu kasus. 

Untuk itu, dia mengatakan, sudah saatnya polisi serius untuk melakukan pembenahan, introspeksi, memperbaiki diri dalam pelayanan terhadap masyarakat, dan menunjukkan keseriusan serta sikap profesionalnya, terutama dalam penanganan kasus. 
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hajriyanto Y Tohari pun angkat bicara, menurutnya penyelesaian kasus ini berjalan lambat, sehingga membuat kelompok yang melakukan teror leluasa menjalankan aksinya terus-menerus. 
Hajriyanto mengaku prihatin dengan kasus-kasus penembakan polisi. Polri, lanjutnya, adalah alat negara untuk menegakkan keamanan, menjaga ketertiban, dan mengayomi masyarakat, tetapi justru menjadi korban tindak kekerasan.

"Penembakan polisi ini jelas merupakan tragedi yang sangat tragis. Kapolri harus sungguh-sungguh berupaya untuk mengungkap motif pembunuhan polisi yang sampai berjumah empat orang dalam waktu yang singkat ini," kata Hajriyanto. 





3 tragedi tabrakan kereta api di bintaro
Senin 9 Desember 2013, tepat di pintu perlintasan Pondok Betung, kereta yang melaju dari arah Serpong ke Tanah Abang menghantam truk tangki pengangkut BBM milik Pertamina. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB itu diduga terjadi karena sopir truk BBM Pertamina lalai, menerabas palang pintu yang sudah mulai turun. KAI juga mengklaim sirene perlintasan sudah meraung. Kereta juga telah membunyikan klaksonnya. Truk itu nyelonong. Lalu tabrakan tak terelakakan. Lokomotif KA 1131 itu menumbuk truk tangki di perlintasan itu. Truk terseret sekitar 20 meter dari titik tabrakan. Dan ledakan terdengar beberapa kali. Api dengan cepat berkobar, asap hitam pun membumbung ke langit. 6 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.hal ini dianggap sebagai kesalahan dari pihak pertamina karena melanggap hukum peraturan berlalu lintas, karena sopir truk tidak mentaati tanda” yang ada. Hal ini pun dikomentari oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono, "Kita berduka atas tragedi kecelakaan Commuter Line di Bintaro. Semoga keluarga korban diberi ketabahan, *SBY*" SBY juga menyatakan, masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.Terkait korban, SBY mengungkapkan bahwa sudah melakukan koordinasi denngan Menteri Perhubungan EE Mangindaan."Saya sudah kontak Menteri Perhubungan (Menhub) untuk mengurus keluarga korban di rumah sakit. Kita harus meringankan beban mereka. *SBY*,"
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bintaro, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu sebagai peringatan bagi pemerintah agar tidak lengah. Presiden lebih khusus menyorot persoalan keamanan dan keselamatan transportasi pada setiap libur panjang perayaan keagamaan. Apalagi, ujar SBY, cuaca saat ini sedang tidak bersahabat.Menurut dia, semua harus memberikan perhatiannya, baik operator dalam arti pemilik jasa transportasi, regulator yaitu jajaran pemerintah melalui kementerian perhubungan, maupun pemimpin daerah agar benar-benar mengelola dengan seksama untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak perlu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Rise & Shine Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review