1. korupsi.
korupsi sudah menjadi level
tinggi di Indonesia.
korupsi
sudah tak lagi hanya di kalangan rakyat umum. tapi, sang penguasa pemerintahan,
bahkan ketua MK pun sudah terlibat dalam kasus korupsi. hal ini benar"
sangat melanggar hukum dan merugikan bangsa dan masyarakat ini. bahkan partai
demokratpun sudah diragukan kebenarannya. terkait hal ini, SBY pun angkat
bicara dan tidak menerima adanya cap kasus korupsi pada partainya. SBY tidak terima partainya disebut partai korup.
Awalnya, SBY mengatakan bahwa Demokrat tetap ingin bebas korupsi. Demokrat menindak
dan membersihkan semua kadernya yang terlibat korupsi. Menurutnya, Demokrat
mendukung penuh pemberantasan korupsi oleh seluruh lembaga penegak hukum."Meskipun
pahit, meskipun sedih, Demokrat tidak melindungi kadernya yang melakukan
kejahatan dan tindak pidana korupsi. Demokrat manakala ada kader yang salah
tidak mau menuding ke sana kemari, katakan itu pesanan politik, katakan
konspirasi, salahkan penegak hukum, dan sebagainya. Tidak pernah, Camkan
baik-baik. Yang berbenah diri, membantu penegak hukum malah dianggap partai
salah, yang jelek, yang korup. Selama 2,5 tahun partai kita diserang dan
dihabisi lawan politik dan sejumlah media massa," kata SBY.
Presiden RI itu menambahkan,
"Adilkah cara-cara seperti itu? Apakah sikap dan cara tebang pilih, tidak
adil itu baik untuk pemberantasan korupsi ke depan? Apakah pihak-pihak yang
menutupi dan lindungi kadernya yang melakukan korupsi juga baik? Mengapa justru
Demokrat yang berani ambil risiko malah dianggap partai yang korup?"
Seperti
diketahui, Demokrat diserang berbagai pihak setelah para elite partainya
terjerat kasus korupsi. Terakhir, Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka
oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ketika itu, Anas
menjabat Ketum Demokrat..
Presiden
SBY menanggapi kasus ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil
Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menurut Presiden
penangkapan Ketua MK oleh KPK adalah tragedi politik dan mencoreng nama negara
Indonesia.”Kita memiliki dua institusi yang kuat yaitu MK dan KPK, harapan
rakyat amat tinggi. Sepatutnya kepercayaan rakyat tidak dicederai.
Saya
ingin mengajak para pimpinan lembaga negara tersebut untuk memikirkan masa
depan MK, yang bisa menjaga tegaknya kebenaran dan keadilan, juga memikirkan
bagaimana MK bisa kredibel di mata rakyat, karena rakyat bisa tidak percaya
lagi, meskipun kejadian itu ulah oknum”, Papar Presiden.
SBY, mengharapkan media massa, terus dan
tetap aktif untuk menyukseskan upaya pemerintah mencegah dan memberantas
korupsi di Indonesia.Lebih lanjut SBY katakan pula, satu catatan, masyarakat
dan pemerintah berharap agar pemberitaan media itu benar-benar akurat,
berimbang dan tidak beritikad buruk terhadap kasus korupsi."Selalu menguji
informasi, tidak mencampuradukkan fakta dan opini yang menghakimi dan tetap
memegang asas praduga tidak bersalah," pesannya."Juga tidak membuat
berita bohong atau fitnah. Yang saya sampaikan ini bagian dari kode etik
jurnalistik," imbuhnya.Dalam Undang-Undang Pers, imbuhnya, wajib hukumnya
wartawan media massa menaati kode etik jurnalistik ini
2.pembunuhan polisi.
Kasus
penembakan pada anggota kepolisian belakangan ini dinilai karena sikap polisi
juga.pembunuhan ini dinaggap sangat melanggar hukum. Sudah waktunya, polisi
melakukan introspeksi diri.
Hanya dalam waktu sebulan, kasus penembakan
polisi terjadi empat kali di tiga tempat terpisah di wilayahTangerang Selatan,
Banten. Di luar empat kasus penembakan di wilayah Tangerang Selatan, sebenarnya
masih ada beberapa kasus lagi yang memperlihatkan adanya tindakan perlawanan
terhadap pihak kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ketua
Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, kasus perlawanan
terhadap polisi beserta simbol-simbolnya memang meningkat dalam tiga tahun
terakhir. Meski tidak menyebutkan rinciannya, Neta menyebutkan bahwa bentuk
perlawanan tersebut antara lain penyerangan terhadap polisi berseragam maupun
perusakan terhadap kantor polisi.
"Ada polisi akan menangkap bandar togel,
masyarakat setempat bukannya mendukung upaya polisi, justru anggota polisi yang
dikeroyok masyarakat,"
Menurut Neta, kasus-kasus tersebut menunjukan
bahwa polisi beserta simbol-simbolnya sudah tidak lagi ditakuti dan kehilangan
kewibawaan.
Pada kasus penembakan di Tangerang Selatan saja,
banyak komentar-komentar miring datang dari masyarakat. Mereka menganggap
pelaku penembakan bukan kelompok teroris, tetapi penjambret.
Dalam kasus penembakan polisi, Neta menyayangkan
tidak adanya empati dari masyarakat. Namun, menurutnya, hal itu akibat polisi
yang selama ini tidak serius dalam penanganan suatu kasus.
Untuk itu, dia mengatakan, sudah saatnya polisi
serius untuk melakukan pembenahan, introspeksi, memperbaiki diri dalam
pelayanan terhadap masyarakat, dan menunjukkan keseriusan serta sikap
profesionalnya, terutama dalam penanganan kasus.
Wakil
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hajriyanto Y Tohari pun angkat bicara,
menurutnya penyelesaian kasus ini berjalan lambat, sehingga membuat kelompok
yang melakukan teror leluasa menjalankan aksinya terus-menerus.
Hajriyanto mengaku prihatin dengan kasus-kasus
penembakan polisi. Polri, lanjutnya, adalah alat negara untuk menegakkan
keamanan, menjaga ketertiban, dan mengayomi masyarakat, tetapi justru menjadi
korban tindak kekerasan.
"Penembakan polisi ini jelas merupakan
tragedi yang sangat tragis. Kapolri harus sungguh-sungguh berupaya untuk
mengungkap motif pembunuhan polisi yang sampai berjumah empat orang dalam waktu
yang singkat ini," kata Hajriyanto.
3 tragedi tabrakan
kereta api di bintaro
Senin 9 Desember 2013, tepat di pintu perlintasan Pondok Betung, kereta
yang melaju dari arah Serpong ke Tanah Abang menghantam truk tangki pengangkut
BBM milik Pertamina. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB itu diduga
terjadi karena sopir truk BBM Pertamina lalai, menerabas palang pintu yang
sudah mulai turun. KAI juga mengklaim sirene perlintasan sudah meraung. Kereta
juga telah membunyikan klaksonnya. Truk itu nyelonong. Lalu tabrakan tak
terelakakan. Lokomotif KA 1131 itu menumbuk truk tangki di perlintasan itu.
Truk terseret sekitar 20 meter dari titik tabrakan. Dan ledakan terdengar
beberapa kali. Api dengan cepat berkobar, asap hitam pun membumbung ke langit.
6 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.hal ini dianggap sebagai
kesalahan dari pihak pertamina karena melanggap hukum peraturan berlalu lintas,
karena sopir truk tidak mentaati tanda” yang ada. Hal ini pun dikomentari oleh
presiden Susilo Bambang Yudhoyono, "Kita berduka atas tragedi
kecelakaan Commuter Line di Bintaro. Semoga keluarga korban diberi ketabahan,
*SBY*" SBY juga menyatakan, masih menunggu hasil penyelidikan dari
pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab
pasti kecelakaan tersebut.Terkait korban, SBY mengungkapkan bahwa sudah
melakukan koordinasi denngan Menteri Perhubungan EE Mangindaan."Saya
sudah kontak Menteri Perhubungan (Menhub) untuk mengurus keluarga korban di
rumah sakit. Kita harus meringankan beban mereka. *SBY*,"
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan kecelakaan kereta rel
listrik (KRL) di Bintaro, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu sebagai
peringatan bagi pemerintah agar tidak lengah. Presiden lebih khusus menyorot
persoalan keamanan dan keselamatan transportasi pada setiap libur panjang
perayaan keagamaan. Apalagi, ujar SBY, cuaca saat ini sedang tidak bersahabat.Menurut
dia, semua harus memberikan perhatiannya, baik operator dalam arti pemilik jasa
transportasi, regulator yaitu jajaran pemerintah melalui kementerian
perhubungan, maupun pemimpin daerah agar benar-benar mengelola dengan seksama
untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak perlu.